Sunday, July 8, 2018

SEORANG PENULIS ‘VATICAN INSIDER’ BERTANYA....


Cardinal Theodore McCarrick, speaking here at the U.S. Bishop fall general
assembly in 2014, has been a prominent liberal voice in the U.S. Church.

NEWSCATHOLIC CHURCH

SEORANG PENULIS ‘VATICAN INSIDER’ BERTANYA:

MENGAPA USKUP-USKUP PREDATOR (PELAKU PEDOFILIA) DIPROMOSIKAN UNTUK MENJADI KARDINAL?

 

 

 

By Dorothy Cummings McLean

VATICAN CITY, 6 Juli 2018 (LifeSiteNews) - Seorang wartawan Italia ternama mengajukan sebuah pertanyaan kepada banyak umat Katolik: mengapa uskup-uskup yang melakukan penganiaya dan pelecehan kepada umat yang berada di bawah asuhan mereka, diperbolehkan untuk menjadi kardinal?

Andrea Tornelli, 54, mengangkat masalah itu pada minggu ini di majalah Vatikan Insider, koran La Stampa. Sambil menunggu untuk mendengar apakah Mgr. Carlo Alberto Capella yang perbuatannya amat memalukan itu benar-benar dihukum lima tahun, karena memiliki dan mendistribusikan pornografi anak (tetapi dia masih akan mengajukan banding), wartawan Andrea Tornelli bertanya-tanya mengapa para uskup yang dituduh dengan perbuatan yang lebih buruk itu belum dikirim ke dalam penjara?

Menyebut situasi ini sebagai sebuah "paradoks," Tornelli mengamati: "…seorang uskup yang telah melampiaskan fantasi-fantasi sesatnya dengan menyusun gambar-gambar porno dalam webnya harus menjalani hukuman lima tahun, sementara uskup-uskup yang telah secara nyata melakukan pelecehan sexual terhadap anak-anak dan remaja laki-laki dan merusak hidup mereka, dalam beberapa kasus, tidak pernah menghabiskan bahkan satu hari pun di dalam sel penjara.”

Kemudian Tornelli mengangkat kasus Kardinal McCarrick, yang dituduh telah melakukan pelecehan sexual terhadap bocah lelaki 45 tahun lalu di New York, dan melihat juga kasus lain dimana ada tiga orang Kardinal yang diangkat dalam tahun-tahun belakangan ini juga telah dituduh melakukan pelecehan sexual terhadap beberapa anak laki-laki atau pemuda. Mereka itu adalah Hans Hermann Groer, mantan Uskup Agung Wina; Keith O’Brien, mantan Uskup Agung St. Andrews dan Edinburgh; serta George Pell, kepala Sekretariat bidang Ekonomi.

Sementara mengakui bahwa tuduhan terhadap Pell masih diragukan, tetapi Tornelli mengamati bahwa tampaknya ada masalah dalam memilih dan mengangkat para uskup. Dia mengatakan bahwa hal ini sangat jelas dalam kasus McCarrick, dimana dia dikenal pernah melakukan pelecehan sexual terhadap pria yang berada dibawah di bawah tanggung jawabnya:

"Apa yang mengejutkan saya ... adalah informasi itu yang diterbitkan dalam pernyataan Kardinal Joseph William Tobin, Uskup Agung Keuskupan Newark, yang mengungkapkan bahwa 'Di masa lalu, ada tuduhan bahwa dia terlibat dalam perilaku seksual dengan orang dewasa. Keuskupan agung ini dan Keuskupan Metuchen menerima tiga orang imam yang diduga telah melakukan pelanggaran seksual dengan orang dewasa puluhan tahun yang lalu; dan dua dari tuduhan ini telah menyebabkan pelakunya dipindahkan ke tempat lain.'”

“Dalam tiga kasus dari masa lalu Kardinal McCarrick - ketika dia masih menjadi uskup – bukanlah kasus kecil yang terjadi, karena telah terjadi pelecehan sexual terhadap para seminaris dan para imam yang melibatkan dirinya,” lanjut Tornelli.

Meskipun wartawan itu mengakui bahwa Vatikan tidak pernah mendengar tuduhan bahwa McCarrick telah melakukan pelecehan terhadap anak-anak, tetapi dia merasa sulit untuk memahami bagaimana mungkin Vatikan "menunjuk seorang uskup dari Metuchen untuk dipindah ke Newark, dan kemudian ... dari Newark dipindak ke Washington (dengan promosi akan menjadi kardinal)” yang telah membayar ganti rugi kepada ‘para korban pelecehan’ yang dilakukannya.”

Tornelli mengamati bahwa hanya orang yang telah terbukti memiliki kepribadian matang yang boleh menjadi imam, apalagi para uskup dan kardinal. Dia menggaris-bawahi bahwa kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak dan pemuda ini tidak terikat dengan ideologi pribadi seseorang. Hans Hermann Groer, mantan Uskup Agung Wina, dianggap sebagai seorang yang  konservatif - tetapi dia cacad dalam proses penunjukannya sebagai uskup.

"Kasus McCarrick ... ini mewakili sinyal alarm yang penting, yang tidak hanya terkait dengan masalah pedofilia atau pelecehan remaja, tetapi sekali lagi dia mempertanyakan mereka yang bertanggung jawab atas proses itu dan kriteria yang menentukan pilihan melalui apa uskup-uskup dipilih," kata Tornelli menyimpulkan.

Fokus perhatiannya untuk menulis masalah yang menimpa para uskup yang aktif melakukan tindak pelecehan, bukan berarti bahwa Tornelli membenci para uskup yang terlibat dalam tindakan pornografi. Mengomentari dengan keras atas ucapan Capella bahwa dia telah beralih ke masalah pornografi untuk mengatasi kesepiannya, Tornelli menulis, “Jelas uskup-uskup itu memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi gambar-gambar buruk dan yang memalukan, termasuk menonton anak-anak yang berperan dalam film-film itu, karena pornografi anak bukanlah tempat berlabuh yang aman bagi orang yang mengalami krisis kepribadian atau mengalami kesepian yang berlebihan.”



Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment