Saturday, July 14, 2018

TDB Epperson Bab 13


TATA DUNIA BARU

Oleh A. Ralph Epperson


Bab 13

Piramida Giza


Para Mason sependepat dengan orang Mesir bahwa Osiris, salah satu dewa-dewa mereka, adalah juga dewa. Misalnya, Albert Mackey menulis aturan "Osirus adalah matahari ..." (244)

Dewa matahari di seluruh dunia telah memiliki kuil yang didirikan di ingatan mereka, dan sebagai tempat di mana, mereka akan disembah.

Osirus juga tidak terkecuali.

Para Mason menyadari kegemaran seperti ini untuk membangun bait suci sebagai tempat pemujaan dewa. Pada bulan Oktober 1953, seorang Mason menulis yang berikut di NEW AGE MAGAZINE, majalah yang diterbitkan oleh Ritus Freemasonry Skotlandia: "Jika suatu saat anda  mengunjungi Piramida Besar Gizeh (juga disebut Giza) ... anda akan disuguhi dengan suvenir yang menyatakan bahwa Osiris memerintahkan Thalmes untuk membangun rumah baginya dalam bentuk piramid dengan lorong-lorong tertentu." (245)

Beberapa orang di Mesir mengklaim bahwa Piramida Besar itu tidak dibangun sebagai makam untuk firaun yang meninggal, tetapi sebagai kuil untuk inisiasi demi penyembahan matahari. Sekarang ada semakin banyak bukti yang mendukung klaim itu.

Tetapi, adalah penting untuk menetapkan tahap untuk menarik kesimpulan itu terlebih dahulu dengan memeriksa bukti itu.

 (Penulis ingin membuat beberapa komentar pada tahap ini. Tetapi bukan tujuan saya untuk meyakinkan pembaca bahwa komentar-komentar tentang tujuan piramida ini benar.)

Saya hanya berusaha meyakinkan anda bahwa para penyembah matahari ini menganggap diri mereka benar. Dan, karena mereka melakukannya, mereka membuat rencana untuk masa depan kita. Dan rencana-rencana itu harus memperhatikan setiap pembaca materi ini karena, seperti yang saya coba tunjukkan, perubahan keseluruhan yang mereka atur akan mengubah cara kita semua menjalani hidup kita. Dan, saya pribadi, saya tidak peduli dengan rencana yang mereka dibuat.)

Ada beberapa orang yang mengklaim bahwa piramida itu dibangun sekitar enam ribu tahun yang lalu, dan bukan sekitar tiga ribu tahun yang lalu, seperti yang dipercayai oleh sebagian besar arkeolog.

Salah seorang yang membuat klaim itu adalah Richard W. Noone dalam bukunya yang berjudul, 5/5/2000. Buku Noone bukan membicarakan tentang piramida seperti itu, tetapi tentang klaimnya bahwa perubahan besar-besaran akan terjadi di bumi pada tanggal itu di tahun 2000 karena perubahan dalam penyelarasan gerakan dan posisi lima planet di dekat bumi.

Tetapi ini bukanlah tempat untuk mengomentari anggapannya itu.

Namun, dia telah melakukan penelitian besar tentang piramida sebagai bagian dari studinya.

Dia telah menunjukkan bahwa kata "piramida" pada zaman Mesir kuno adalah berarti "cahaya yang mulia," sekali lagi hal ini menghubungkan piramida dengan matahari dan dewa matahari, Osiris.

Manly P. Hall menyatakan bahwa dia juga percaya bahwa piramida itu dibangun untuk beberapa tujuan selain untuk penguburan firaun. Dia menulis: "Piramida-piramida (perhatikan bahwa dia mengkapitalisasi kata ini)] – adalah kuil-kuil inisiasi Mesir yang agung." (246)

Dia juga menulis bahwa dia tahu bahwa upacara inisiasi itu adalah untuk: "... orang yang diterangi dari zaman kuno ... memasuki pintu-pintunya sebagai laki-laki; mereka tampil sebagai dewa." (247)

Sekarang ada banyak orang yang percaya bahwa seseorang bernama Khufu telah membangun Piramida Besar. Nama itu, menurut Noone, adalah "secara fonetis mirip dengan kata Mesir kuno untuk Piramida Agung, Khuti, yang berarti 'Cahaya Agung.' " (248)

Beberapa penulis tentang piramida telah mengindikasikan bahwa penelitian mereka telah membawa mereka pada kesimpulan bahwa piramida memiliki tabel waktu yang tersembunyi yang dibangun di dalam lorong-lorongnya. Max Toth adalah salah satu penulis ini, dan dia telah menulis ini dalam bukunya yang berjudul, PYRAMID PROPHECIES: "Nubuatan para ahli zaman kuno diwujudkan ke dalam bentuk piramida ..." (249)

Ini adalah pendapat dari Noone bahwa hanya ada satu nubuatan "yang harus diperiksa, dan inilah dia:" Dimulai pada titik geometris di bawah tepi piramida arris (didefinisikan sebagai dua garis lurus yang menyatu pada suatu sudut) yang bertemu dengan garis lantai yang diproyeksikan dari bagian jalan yang naik, maka kita memiliki garis lurus yang membentang di bagian jalan naik itu dan Galeri Agung.

Garis ini diukur sepanjang 6.000 inci." (250)

(Bagi mereka yang tidak akrab dengan istilah-istilah ini, perlu mengetahui bahwa piramida itu dimasukkan melalui lorong yang disebut Lajur Menurun.

Ia bertemu dengan sebuah lorong, naik ke arah piramida, yang disebut, Jalur Menanjak, dimana pada ujungnya ada beberapa ruangan. Jadi, di sini penulis menggambarkan garis bawah Galeri Agung, melalui tanah di bawah piramida, di mana ia bertemu dengan garis yang turun di bagian luar piramida. Garisnya, dari titik di mana kedua garis ini bertemu, membayangi garis yang di bagian dalam, dan di mana ia bertemu dengan kamar-kamar di bagian atas lorong, berukuran 6.000 inci.

Pentingnya pengukuran ini akan dijelaskan dalam beberapa paragraf berikut. Hal penting yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa garis 6000 inci ini benar-benar tersembunyi: karena ia tidak ada dalam kenyataan. Ia tersembunyi di bawah tanah tanpa keberadaan yang jelas. Ini adalah benar-benar prediksi yang tersembunyi.)

Joseph Carr, seorang penulis mengenai Partai Nazi Adolf Hitler dan hubungannya dengan pemujaan matahari, menulis tentang pengalaman yang dimiliki seseorang di dalam piramida: "Pada bulan April, 1904 seorang Buddhis Inggris bernama Aleister Crowley mengunjungi Kairo ...
Rose Edith Crowley (istrinya) meminta suaminya untuk melakukan ritual magis ... Dia mematuhinya dengan mengucapkan doa-doa kepada Horus (dewa matahari Mesir lainnya.) Dia kemudian mengklaim bahwa makhluk itu muncul kepadanya selama berdoa itu dan mengatakan kepadanya bahwa zaman kuno telah berlalu, dan Zaman Baru (New Age) sedang tiba.

Juga diungkapkan kepada Crowley bahwa agama New Age itu tidak dapat berlaku sampai agama yang lama (mungkin Kristen) dihancurkan." (251)

Jadi, di sini kita melihat hubungan antara piramida, penyembahan matahari dan Zaman Baru (New Age).

Salah satu bukti bahwa piramida itu tidak dibangun sebagai ruang pemakaman adalah kenyataan bahwa kedua kamar besar di dalam piramida itu, yang disebut sebagai "kamar Raja" dan "kamar Ratu", memiliki saluran-saluran ventilasi yang mengarah dari dalam kamar ke arah luar piramida. Ini telah membuat banyak orang percaya bahwa saluran itu dimaksudkan untuk menyediakan udara bagi penghuni manusia. Beberapa penulis ini telah menyatakan pendapat mereka dalam buku-buku yang telah mereka tulis. Salah satunya adalah Wilfred Gregson, seorang arsitek dan Mason tingkat ke-33, yang menulis ini: "Jelas idenya adalah untuk mendapatkan udara yang mengalir ke dalam piramida. Anda tidak bisa hidup lama dengan udara yang stagnan (tidak berhembus). Jadi prinsip saya adalah bahwa ini adalah sebuah kuil inisiasi." (252)

Manly P. Hall, sesama Mason, setuju dengan pendapat Gregson, ketika dia menulis komentar ini: "... sepertinya tidak ada alasan mengapa sebuah makam yang sah harus memiliki ventilasi udara yang mengalir dari kamar Raja (juga kamar Ratu) dan keluar ke permukaan." (253)

Penulis lain tentang piramida, Andre Pochan, telah menulis dalam bukunya THE MYSTERIES OF THE GREAT PYRAMID: "Jika dua saluran (ke dalam kamar Raja) awalnya adalah saluran untuk ventilasi, kesimpulan yang tidak dapat dihindari adalah bahwa ruang atas Piramida Besar bukanlah situs makam kerajaan. Ventilasi yang terus-menerus pasti akan menghasilkan tidak hanya pembusukan terhadap mummi, tetapi juga penghancuran cepat dari semua furnitur pemakaman yang tak dapat bermanfaat bagi almarhum bagi kehidupannya kelak." (254)

Noone menghubungkan piramida besar di Mesir dengan simbolisme piramida di Meksiko, yang disebut Piramida di Chichen-Itza: "Kuil di Timur yang berupa segi empat memiliki banyak sekali pengulangan dari semburan cahaya matahari agung, dari tengah-tengah semburan matahari itu ada kepala ular besar yang mulutnya terbuka.

Hal ini perlu sedikit penjelasan.

Matahari yang melambangkan 'Tuhan' dan ular 'Kebijaksanaan Ilahi-Nya,' memegang kepala manusia sehingga dia tidak dapat melihat ular 'Kebijaksanaan Ilahi' maupun Cahaya Tuhan darimana datangnya." (255)

Noone mengatakan bahwa ular itu berusaha mencegah manusia untuk memahami bahwa dewa itu adalah Lucifer, dalam bentuk matahari yang meledak.

Namun ada misteri lain yang tersembunyi di dalam Piramida Besar yang harus dieksplorasi.

Piramida itu tampaknya dibangun untuk mengenang ledakan bintang hebat 4.000 tahun yang lalu.

Noone mengatakan: "Jika Jalan Naik dan Galeri Agung dibangun untuk mengamati ledakan supernova ini, maka kompleks Giza dibangun untuk memperingati bencana luar biasa dalam sistem planet bumi yang mempengaruhi dunia dengan api dan banjir." (256)

"Galeri Agung, yang digunakan laksana teleskop raksasa terhadap benda angkasa tertentu di langit selatan bumi - sebelum pandangannya tentang langit terhalang oleh selesainya bangunan itu - menunjukkan di mana radio astronomi memperlihatkan terjadinya supernova (atau ledakan bintang raksasa) yang terdekat dengan tata surya kita ...

Galeri Agung dari Piramida Besar difokuskan ke tempat khusus ini ke arah langit selatan dari bumi ini." (257)

Kemudian Noone membahas penelitian yang sedang dilakukan untuk menemukan tempat di alam semesta di mana Galeri Agung ditunjukkan. Dia menulis: "Pada akhir tahun 1960-an Dr. Anthony Hewish, penerima Penghargaan Nobel 1974 dalam bidang fisika, bekerja di Mulard Radio Astronomy Observatory Inggris.

Hewish mulai melacak serangkaian ritme yang misterius, yang berasal dari sebuah titik di langit selatan bumi." (258)

Noone mengatakan bahwa Dr. Hewish: "... menunjukkan bahwa pulsa ritmis yang aneh itu adalah emisi gelombang radio dari bintang yang telah runtuh atau meledak di langit selatan bumi sekitar tahun 4000 SM, tanggal yang dimonumenkan dalam misteri-misteri Freemasonry sebagai Anno Lucis, (atau Tahun Cahaya.)" (259)

Di bagian lain dunia ini, George Michanowsky, penulis buku berjudul, THE ONCE AND FUTURE STAR, mengartikan pesan yang luar biasa ini yang dipotong, diukir, dan diapit dalam bentukan batu kuno yang runcing (sebuah bahasa yang berarti : karakter berbentuk baji / taji yang digunakan dalam prasasti kuno), yang merupakan tablet tanah liat, yang saat ini tersimpan di British Museum.

" Michanowsky, seorang ahli sejarah tablet cuneiform Sumeria kuno, mengartikan hal itu sebagai bintang raksasa yang meledak dalam sebuah segitiga yang dibentuk oleh tiga bintang Zeta Puppis, Gamma Velorum, dan Lambda Velorum.

Ketiga bintang ini terletak di langit selatan bumi dan tidak diketahui oleh Michanowsky pada saat itu, bahwa ia sedang dilacak oleh Anthony Hewish.

Michanowsky terus mengartikan katalog bintang Sumeria, yang berisi pengamatan kembali ribuan tahun yang lalu. Katalog bintang yang sangat akurat sekarang menyatakan bahwa bintang menyala yang meledak di dalam segitiga itu akan kembali dilihat oleh manusia dalam 6.000 tahun." (260)

Jadi dua ilmuwan terkenal di dunia secara independen telah menemukan hasil ledakan besar yang mereka berdua pahami telah terjadi sekitar 6000 tahun yang lalu.

Noone kemudian mengajukan pertanyaan: "Apakah ada hubungan Masonik antara Vela X, sebuah bintang yang meledak dalam sebuah segitiga, dan simbolisme agama kuno dan tanggal-tanggal bintang dari Freemasonry?" (261) Dan kaum Mason telah menjawabnya dengan jawaban positif ‘ya.’

Albert Mackey, seorang Mason, dalam ENCYCLOPAEDIA-nya, menulis ini: "Pada Tahun Cahaya itu; disingkat AL Tanggal yang digunakan dalam Craft Masonry kuno; ditemukan dengan menambahkan angka 4000 ke dalam Era Vulgar (yang berarti ‘umum’); dengan demikian, 1911 + 4000 = 5,911." (262)

Buku ini ditulis pada tahun 1989, A.D., yang merupakan singkatan dari Anno Domini, "tahun Tuhan", yang berarti sejak kelahiran Yesus. Tetapi menurut kaum Mason, tanggal kalender yang benar seharusnya ditulis 5989 A.L.

Penulis lain mengenai Piramida Agung adalah Tom Valentine, dan bukunya berjudul THE GREAT PYRAMID: MAN'S MONUMENT TO MAN. Valentine menulis: "... sistem jalan dan ruang-ruang dalam Piramida Agung (Giza) adalah merupakan grafik kronologis yang dimulai pada tahun 4000 SM dan berlanjut selama enam ribu tahun." (263) Jadi, menurut kaum Mason, hanya ada 11 tahun menuju ke tahun 6000. Tapi apa yang terjadi setelah 6.000 tahun? Apa selanjutnya?

Kaum New Age sudah memberi tahu kami. Marilyn Ferguson, seorang penganut New Age, telah menulis sebuah buku berjudul, THE AQUARIAN CONSPIRACY, di mana dia menulis sebagai berikut: "... kita memasuki milenium cinta dan cahaya." (264)

Sebuah milenium didefinisikan sebagai periode seribu tahun. Jadi, tampak bahwa dalam waktu dekat, kaum New Age akan melihat permulaan pemerintahan milenium Lord Maitreya.

Pendapat ini dikonfirmasi oleh Lucis Trust, juga organisasi New Age, ketika ia menulis hal ini dalam buletin triwulanan untuk kuartal ketiga, 1982: "Tahun 2000 membayangi manusia sebagai tonggak raksasa yang menandai sebuah akhir dan sebuah permulaan. Ini menandai berakhirnya milenium yang bergejolak yang telah menyaksikan berbagai kemajuan dan perubahan besar ...
Tapi yang lebih penting, tahun 2000 berdiri tegak sebagai portal simbolik melalui mana umat manusia bisa masuk ke dalam Zaman Baru ... jika memang manusia memilihnya." (265)

Jadi, memang ada sesuatu yang sedang tiba kepada kita semua.

Dan itu datang pada tahun 2000.

Dan itu disebut Zaman Baru atau Tata Dunia Baru.

(Catatan Editor: Sekarang tahun 2009, dan "The New Age", atau "The New World Order" masih belum terwujud. Atau, sebentar lagi?)




No comments:

Post a Comment