Saturday, March 25, 2017

MJE 1 Maret 1997 -- lanjutan

A Private Message From St. Joseph
Given to His Secretary, Dr. M.J. Even
April-Vol.6


March 1, 1997
Anak-anak Allah, aku berbicara secara khusus kepadamu dengan suatu alasan, untuk menyampaikan keinginan-keinginan Surga agar menjadi jelas dan kau terima secara benar. Anak-anakku, kamu harus belajar tentang Imanmu dengan cara membaca dan mempelajarinya. Janganlah kamu terlalu mengandalkan imam-imam atau kaum religius kecuali mereka benar-benar setia kepada Dogma dan Tradisi Iman Katolik Roma.

Kami yang di Surga merasa kecewa karena ajaran-ajaran dari orang-orang yang diberikan kepadamu sebagai contoh Iman dan guru-guru kebenaran, namun dalam banyak sekali kasus mereka justru mengkhianati Dogma yang benar.  Mereka mengajarkan apa yang mereka rasakan bisa membuat orang-orang merasa nyaman. Aku meyakinkan kamu bahwa pada saat penghakimanmu nanti tak akan ada diskusi mengenai ‘perasaan’ ataupun mempedulikan pendapatmu. Oh tidak, anak-anakku, kebenaran adalah kebenaran, fakta adalah fakta. Biarlah aku memberimu contoh: 

Ada seorang imam mengatakan bahwa sesekali tidak mengikuti Misa hari Minggu bukanlah dosa berat, kecuali jika hal itu dilakukan dalam waktu lama, maka ia menjadi dosa berat. Ini adalah benar-benar sesat, dan meskipun hal itu membuat orang merasa nyaman, tetapi ia adalah benar-benar sesat secara total. Orang-orang itu telah melakukan dosa berat. Titik. Jika mereka mau menerima Komuni Kudus, tanpa mengaku dosa terlebih dahulu, maka mereka melakukan dosa sakrilegi. Jika mereka mati keesokan harinya, mereka akan masuk neraka selamanya. HANYA MEMBUTUHKAN SATU DOSA BERAT YANG TIDAK DIAKUKAN DI DALAM PENGAKUAN DOSA SUDAH BISA MEMBAWA SESEORANG MENUJU NERAKA. SELAMANYA.

Mungkin ada beberapa orang yang beralasan: “Mereka tidak tahu bahwa itu adalah salah.” Tidak, aku berkata bahwa mereka itu salah, apa yang kau pelajari sebagai seorang Katolik itulah yang penting. Aku percaya bahwa kamu tahu, namun ketidak-tahuan itu adalah perasaanmu sendiri, karena sikapmu yang suam-suam kuku, yang membuatmu ingin menjadikan perbuatanmu yang salah itu ‘terasa’ benar. TETAPI TIDAK BEGITU. Janganlah berusaha mencari-cari alasan, tidak setuju, atau kamu mendiskusikan hal itu. Tidak mengikuti Misa pada hari Minggu, atas kehendak bebasmu sendiri, tanpa alasan yang wajar, adalah dosa berat. Titik.

Berbagai cara yang dilakukan oleh kaum modernist untuk menghancurkan jiwa-jiwa dan Iman banyak orang adalah melalui upaya-upaya pelemahan seperti ini.

Contoh lain: seorang imam mengatakan bahwa setiap orang hendaknya mengikuti Absolusi Umum (Ibadat Komunal) seperti halnya setiap orang harus mengaku dosa minimal setahun sekali. Oh anak-anakku, kamu bisa melihat kesalahan disitu. Pengakuan dosa harus dilakukan secara pribadi kepada seorang imam setiap tahun. Bagi seorang imam atau siapapun yang berkata bahwa Absolusi Umum (Ibadat Komunal) adalah sesuai dengan rencana Gereja dan sesuai dengan apa yang diminta melalui ajaran-ajarannya – bahwa umat beriman mengaku dosa setahun sekali – itu adalah kesalahan total dan melawan Dogma, Hukum Canon dan ajaran Iman dari Magisterium Gereja. Itulah bidaah yang total.

Contoh lain: seorang imam mengatakan bahwa Misa adalah sebuah simbol yang mewakili Kurban Kalvari. Tidak, anak-anakku. Misa adalah sungguh sebuah Kurban dengan cara yang tak berdarah dan itulah sebabnya imam berperanan sebagai “In persona Christi” dan mengapa Misa tak bisa dianggap sebagai sebuah makanan. Sebuah makanan bukanlah kurban dan sebuah kurban bukanlah makanan. Komuni Kudus dikonsumsi sebagai sebuah tindakan Iman dan kepercayaan bahwa disitu hadir Tubuh, Darah, Jiwa dan Keilahian Yesus Kristus. Jika imam sungguh percaya akan proses transubstansiasi maka mereka akan bersikap lebih hormat dan mereka akan menganjurkan umat agar lebih hormat pula.

Oh anak-anakku, ada banyak sekali keadaan dan pernyataan dari para klerus yang sesat pada hari-hari ini. Kami yang di Surga sangat ngeri. Aku mengingatkan kamu betapa banyaknya jiwa yang masuk ke dalam neraka setiap hari – 80% dari orang yang mati. Ini adalah kenyataan, anak-anakku, bukan dibesar-besarkan. Mengapa? Karena mereka telah berbuat dosa dan berpaling menjauhi Allah.

Aku berbicara dengan jujur untuk menunjukkan kepadamu bahwa kamu bertanggung-jawab atas dosa-dosamu. Kamu menjadi anggota dari suatu Iman yang memperhitungkan dosa dan memiliki sebuah sarana untuk menghapuskan dosa itu melalui Pengakuan Dosa. Karena itu jika kamu adalah seorang Katolik, kamu memiliki aturan-aturan untuk diikuti, Sakramen-sakramen untuk diterima, dan kepercayaan untuk dijalani dalam hidupmu, dan semua ini diperhitungkan pada saat kematian nanti.

Kami yang di Surga sangat kecewa pada mereka yang cenderung menyesatkan pengetahuan akan kebenaran atau yang tidak setuju dengan beberapa prinsip ajaran Iman untuk mengakomodir pendapat mereka sendiri atau memfasilitasi kemudahan perbuatan mereka. Misalnya, banyak sekali kaum muda yang telah hidup bersama sebelum menikah.

Mereka adalah orang Katolik yang hidup dalam keadaan dosa berat perzinahan terus menerus dan jika mereka mati tanpa mengaku dosa, mereka akan langsung masuk neraka. Perzinahan adalah selalu merupakan dosa berat. Berapa banyakkah dosa itu dilakukan agar masuk neraka? HANYA SEKALI !

Biarlah aku berbicara lebih halus lagi. Sebuah contoh lain: orang tua Katolik memiliki tanggung jawab sejak lahir untuk membesarkan anaknya dan mendidik mereka secara Katolik. Adalah dosa berat bagi orang tua jika mengatakan bahwa itu adalah tanggung jawab sekolah atau Gereja atau imam. Aku berkata TIDAK ! Adalah tanggung jawab orang tua untuk meluaskan agama Katolik dan mengajari anak-anak mereka dalam praktek ajaran Katolik di rumah. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar. Aku mengatakan kepadamu  bahwa hal ini harus dipandang sebagai sebuah dosa berat jika tidak melaksanakan tanggung jawab itu, dengan hukuman di dalam neraka. Kamu berpikir mengapa Perintah ‘Hormatilah ayah dan ibumu’ diberikan? Hal itu menunjukkan perlunya kedua orang tua untuk mengajari dan perlunya anak-anak untuk belajar. Karena itu jika kamu tidak mengajarkan Iman kepada anak-anakmu di rumah maka kamu melanggar Perintah Allah yang pertama. Ini adalah serius. Tetapi apa yang dikatakan oleh beberapa orang imam? Mereka berkata :”Lakukanlah saja apa yang kamu bisa, karena mereka memiliki kehendak bebas.” Aku berkata TIDAK. Kamu adalah orang tua. Bertindaklah sebagai orang tua.

Kekejian lainnya adalah cara dimana anak-anak dibiarkan bermain sendirian dengan segala macam kejahatan dan menoton TV yang berisi adegan sex, kekerasan dan kekejaman. Program-program game itu mengajarkan keserakahan, sebuah keburukan. Program yang ada bagi anak-anak berisi kekerasan. Kamu berpikir, mengapa anak-anak saling memukul sesamanya atau mulai membunuh sesamanya? Hal itu disiarkan di media massa. Ia adalah pelajaran melalui TV beserta contoh prakteknya. Kejahatan ini masuk ke dalam jiwa anak-anak hingga kamu merasa heran mengapa anak usia 5 – 6 tahun bisa berbuat dosa? Kamu akan melihat hal itu sebagai tanggung jawabmu di saat Peringatan nanti. Oh para orang tua yang terkasih, bangunlah. Lihatlah apa yang sedang terjadi. Bukankah kamu telah ‘membiarkan’ anak-anakmu berbuat dosa dengan kebiasaan mereka yang sering menonton TV? Aku berkata ya dan kamu harus bertanggung-jawab !

Ada banyak sekali dosa dilakukan di internet saat ini. Seluruh isi Surga berdoa agar anak-anak tidak menontonnya. Kamu melihat betapa para pengikut neraka membawa alat lainnya untuk berbuat kejahatan, kepada dunia. Semua itu ada di sekitarmu.

Di sekolah anak-anak belajar praktek sihir dan okultisme. Ada beberapa sekolah Katolik dimana kumpulan wanita sihir menjadi populer disitu. Ini adalah dosa dan bisa membuat jiwa anak-anak remaja musnah ke dalam neraka.

Segala teguran dan nasihatku dimaksudkan sebagai shock terapi bagimu, terutama bagi para orang tua. Kami sangat prihatin karena semua keadaan ini semakin memburuk. Para orang tua yang terkasih, lakukanlah pembatasan. Katakan tidak ! Janganlah kamu menyerah atau menjadi lemah. Janganlah membuat alasan pembenar. Hentikanlah dosa di dalam rumahmu sekarang. 

Cara-cara baru untuk berbuat dosa seperti yang dikatakan oleh Yesus Kristus dan Maria, Yang Tetap Perawan, juga melibatkan praktek-praktek satanisme, sihir, penyalah-gunaan, penjualan anak-anak, prostitusi, pesta sex, penghujatan terhadap Ekaristi Kudus di dalam misa hitam, berbagai tindakan berbahaya yang melawan alam dan penalaran manusia.

Suatu dosa, apapun itu, adalah melawan Allah dan melawan alam dimana hal ini telah menjadi aturan hidup bagi banyak orang. Bahkan orang-orang itu mengatakan bahwa terserah mereka, mau hidup atau mau mati. Mereka tidak percaya bahwa Allah itu berkuasa, atau bahwa dirinya memiliki jiwa. Beberapa ada yang tidak menginginkan bayi-bayi mereka dan tidak percaya bahwa seorang bayi tabung adalah manusia. Ini adalah salah. Lihatlah kepada bayi-bayi yang lahir prematur. Mereka itu hidup dan mereka adalah sungguh manusia. Semua bayi memiliki jiwa ketika mereka lahir.

Oh anak-anakku, rubahlah hidupmu. Perhatikanlah dosa-dosa dalam hidupmu. Lakukanlah pengakuan dosa dan ajarkanlah kepada anak-anakmu agar mengaku dosa juga. Ajarilah mereka bagaimana mengaku dosa. Duduklah dan ajarilah mereka apa arti dosa. Jika tidak, maka tak ada orang lain yang akan mengajarkan hal itu kepada anak-anakmu. Oh anak-anakku, Kami telah berusaha menolong kamu karena Kami mengasihi kamu. Janganlah takut, tetapi berusahalah dengan tekun untuk menyenangkan Allah.

Yosef, bapa angkat Yesus Kristus, Pribadi Kedua dari Tritunggal Yang Mahakudus dan Terberkati. Amin. 


Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment