Sunday, March 12, 2017

PENGLIHATAN SUSTER FAUSTINA ATAS NERAKA



PENGLIHATAN SUSTER FAUSTINA ATAS NERAKA

Divine Mercy Sunday.com






The Apostle of Divine Mercy
St. Maria Faustina Kowalska of the Congregation of the Sisters of Our Lady of Mercy       

Aku, Sister Faustina Kowalska, atas perintah Allah, telah mengunjungi lembah-lembah neraka agar aku bisa bercerita kepada jiwa-jiwa tentang hal itu dan bersaksi atas keberadaan neraka.

Setan itu penuh dengan kebencian kepadaku, namun mereka harus patuh kepadaku atas perintah Allah. Apa yang kutuliskan ini adalah sebuah gambaran kecil saja dari apa yang kulihat disana. Aku melihat ada satu hal : sebagian besar dari jiwa-jiwa yang berada disana adalah mereka yang tidak percaya bahwa neraka itu ada. (Diary 741).

Hari ini aku dituntun oleh seorang malaikat menuju jurang-jurang neraka. Ia adalah tempat penyiksaan yang dahsyat. Betapa luasnya dan menakjubkan tempat itu. Adapun jenis siksaan yang kusaksikan adalah:

Siksaan pertama: kehilangan Allah.
Siksaan ke dua: penyesalan hati yang berlangsung selamanya.
Siksaan ke tiga : keadaan seseorang tidak pernah berubah.
Siksaan ke empat : api yang merasuk ke dalam jiwa tanpa merusak jiwa itu. Ini adalah siksaan yang amat mengerikan karena api itu bersifat spirituil, yang disulut oleh murka Allah.
Siksaan ke lima : kegelapan yang terus menerus dan bau yang sangat menyesakkan; disamping kegelapan itu, iblis dan jiwa-jiwa yang terkutuk disana bisa saling melihat satu sama lain serta melihat semua kejahatannya dan kejahatan jiwa-jiwa lain.  
Siksaan ke enam : penyertaan setan yang terus menerus bersama mereka.
Siksaan ke tujuh : rasa putus asa yang amat mengerikan, rasa kebencian akan Allah, ucapan-ucapan yang kotor, kutukan-kutukan serta hujatan-hujatan.

Ini adalah siksaan yang diderita oleh semua jiwa-jiwa terkutuk, tetapi itu bukanlah akhir dari penderitaan mereka.

Penderitaan yang tak terperikan.
Ada juga siksaan khusus bagi jiwa-jiwa tertentu. Ini berupa siksaan pada indera. Setiap jiwa mengalami penderitaan yang mengerikan dan tak terperikan yang berhubungan dengan cara atau dengan sarana apa dosa itu dilakukan.

Aku mau mati rasanya.
Disana ada gua-gua dan lubang-lubang penyiksaan dimana satu penderitaan berbeda dengan penderitaan lainnya. Aku mau mati rasanya ketika menyaksikan penyiksaan itu jika saja Allah Yang Mahakuasa tidak mempertahankan aku.

Tak seorangpun bisa mengatakan bahwa neraka itu tidak ada.

Semoga para pendosa sadar bahwa dia akan disiksa selamanya, di dalam indera yang mereka gunakan untuk berbuat dosa. Aku menuliskan hal ini atas perintah dari Allah, sehingga tidak ada jiwa yang mencari-cari alasan pembenar dengan berkata bahwa neraka itu tidak ada, atau tak ada orang yang masuk kesana, sehingga tak ada orang yang berkata bahwa neraka itu adalah seperti … betapa mengerikan jiwa-jiwa yang menderita disana ! Akibatnya, aku berdoa lebih tekun lagi demi pertobatan para pendosa. Tak henti-hentinya aku memohon belas kasihan Allah bagi mereka.  Oh Yesus, lebih baik aku menderita hingga akhir dunia ini, ditengah penderitaan yang paling besar sekalipun, daripada aku menentang Engkau melalui dosa yang paling kecil sekalipun. (Diary 741).

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment