Tuesday, March 7, 2017

Vol 2 - Bab 64 : Cara-cara untuk menghindari Api Penyucian

Volume 2 : Misteri Kerahiman Allah

Bab 64

Cara-cara untuk menghindari Api Penyucian
Kepercayaan kepada Tuhan
St.Francis de Sales
St.Philip Neri dan Sr.Scholastica

Cara ke lima untuk mendapatkan karunia dihadapan pengadilan Allah adalah dengan percaya sungguh akan KerahimanNya. “KepadaMu oh Tuhan, aku berharap Jangan biarkan aku dipermalukan, demikian kata nabi (Mzm. 30). Sesungguhnya Dia yang berkata kepada penjahat yang baik hati itu, “Hari ini kamu akan berada bersamaKu di Surga”, maka kita akan mendapatkan banyak karunia jika kita percaya sungguh kepadaNya. Sr.Francis de Sales berkata bahwa jika dia hanya memikirkan kesedihannya saja, maka dia layak menerima api neraka. Namun dengan penuh percaya akan kerahiman Tuhan dan akan jasa-jasa dari Yesus Kristus, dia sungguh berharap untuk merasakan kebahagiaan dari orang-orang pilihan. “Dan apa yang dilakukan Tuhan dengan kehidupanNya yang kekal”, kata St.Francis, “jika tidak memberikan kehidupanNya itu kepada kita, makhluk yang hina ini, miskin, tak berarti, seperti kita ini, yang tak memiliki pengharapan kecuali akan kebaikanNya ? Terberkatilah Tuhan ! Aku memiliki pengharapan ini di kedalaman hatiku, bahwa kita akan mengalami kehidupan kekal bersama Allah. Suatu hari nanti kita akan dipersatukan di Surga. Beranilah, segera kita akan berada diatas sana”.
Dia melanjutkan :”Kita harus mati diantara dua buah bantal. Yang satu adalah mengakui dengan kerendahan hati bahwa kita tidak berhak menerima apa-apa kecuali neraka. Dan yang lain adalah kepercayaan penuh bahwa Allah, didalam kemurahanNya, akan memberi kita Surga”. Suatu hari dia bertemu dengan seorang pria yang sangat ketakutan akan penghakiman Allah. St. Francis berkata kepadanya :”Dia yang memiliki keinginan yang sungguh untuk melayani Allah dan menghindari dosa, haruslah membiarkan dirinya disiksa oleh pikiran akan kematian dan penghakiman. Jika hal itu ditakutkan, maka bukanlah rasa takut itu yang melemahkan semangat dan menekan kerasnya jiwa itu, tetapi sebuah rasa takut yang diselimuti oleh kepercayaan, maka rasa takut itu patutlah dipuji. Pengharapan akan Allah : siapa yang berharap kepadaNya tak akan dikecewakan”.
Kita bisa membaca didalam biografi St.Philip Neri dimana pada suatu hari dia pergi ke biara St.Martha di Roma. Salah satu religius disitu, Scholastica, ingin berbicara secara pribadi dengannya. Wanita ini sudah lama merasa tersiksa oleh rasa cemas, dimana dia tidak mau mengatakan hal itu kepada orang lain. Namun dengan penuh percaya kepada orang kudus itu, dia membuka hatinya kepadanya. Ketika Scholastica menemui St.Francis, sebelum dia berkata, hamba Allah itu sudah mendahului berkata sambil tersenyum :”Kamu salah, puteriku, dimana kamu percaya bahwa dirimu sudah ditakdirkan untuk masuk kedalam api yang kekal. Surga itu adalah milikmu !”. “Aku tidak bisa mempercayainya, Pastor”, jawab Scholastica dengan bernapas dalam-dalam. “Kamu tidak percaya ? Betapa bodohnya kamu, kamu akan menyadarinya nanti. Katakanlah kepadaku, Scholastica, bagi siapakah Yesus meninggal ?”. “Dia mati bagi para pendosa”. “Dan kini, katakanlah kepadaku, apakah kamu orang kudus ?”. “Celaka !,” Scholastica menangis, “aku adalah seorang pendosa berat”. “Karena itulah Yesus mati bagimu dan yakinlah bahwa hal itu adalah untuk membuka Surga bagimu. Jelaslah bahwa Surga adalah milikmu. Dan mengenai dosa-dosamu, kamu merasa jijik akan hal itu, aku tidak ragu lagi”. Religius yang baik hati itu tersentuh oleh pengetahuan ini. Terang memasuki jiwanya. Cobaan menghilang. Dan dari sejak saat itu, kata yang manis ‘Surga adalah milikmu’ selalu memenuhi dirinya dengan penuh percaya dan sukacita.



No comments:

Post a Comment