Sunday, June 23, 2019

SECARA TERSIRAT, CARDINAL SARAH MENYEBUT FRANCIS SEBAGAI ‘NABI PALSU’


Top of Form

Bottom of Form


SECARA TERSIRAT, CARDINAL SARAH MENYEBUT FRANCIS SEBAGAI ‘NABI PALSU’


Picture: Robert Sarah, © Michael Swan, CC BY-ND#newsPlthtvknfg



Kardinal Robert Sarah mengatakan pada 25 Mei 2019 di Paris pada peluncuran buku barunya, bahwa para uskup yang "dengan keras kepala mengumumkan adanya perubahan dan perpecahan" adalah "nabi-nabi palsu."

Sarah terus menggarisbawahi pernyataannya, bahwa dia bukanlah melawan paus Francis, namun, Francis adalah di antara mereka yang "dengan keras kepala mengumumkan adanya perubahan."

Pada Oktober 2014 dia mengklaim bahwa “dunia telah berubah dan Gereja tidak dapat mengunci diri
terhadap penafsiran-penafsiran atas dogma” (La Nación).

Pada Oktober 2014 dia mengatakan bahwa “Gereja seharusnya tidak takut akan perubahan” (Radio Vatikan).

Pada Oktober 2015, Francis menegaskan bahwa Gereja tidak bisa menjadi museum tetapi harus terbuka bagi "berubah" (Reuters).

Pada November 2015, paus Francis mengatakan dalam sebuah pertemuan Gereja Italia bahwa Katolisitas dapat dan harus "berubah" (Radio Vatikan).

Pada 8 Juni 2019, Francis berkata kepada anggota Pembaruan Karismatik bahwa takut akan "perubahan" adalah godaan dari setan.

Secara de facto Francis mengubah ajaran Gereja tentang pernikahan, penerimaan Komuni Kudus, hukuman mati, neraka, dan bahkan kata-kata dalam doa Bapa Kami.




No comments:

Post a Comment