Thursday, August 9, 2018

‘KESALAHAN DOKTRINAL’: UMAT KATOLIK BEREAKSI MENENTANG AJARAN BARU DARI PAUS ...


These Last Days News - August 3, 2018

‘KESALAHAN DOKTRINAL’:  UMAT KATOLIK BEREAKSI MENENTANG AJARAN BARU DARI PAUS YANG MENENTANG HUKUMAN MATI...

LifeSiteNews.com reported on August 2, 2018:
by Dorothy Cummings McLean

Umat ​​Katolik di seluruh dunia hari ini dikejutkan oleh berita baru bahwa Paus Fransiskus telah mengubah ajaran Katekismus Gereja Katolik tentang hukuman mati. Banyak teolog Katolik, sejarawan, dan filsuf yang setia pada doktrin Katolik yang abadi telah bereaksi keras menentang ajaran baru dari Paus yang sangat mengkhawatirkan itu.

Paus dari Argentina ini telah menggantikan Katekismus n. 2267, yang mempertahankan ajaran abadi bahwa otoritas yang sah dapat, dalam keadaan terbatas, menggunakan hukuman mati, untuk digantikan dengan paragraf baru versi paus sendiri, termasuk satu pernyataan bahwa "hukuman mati tidak dapat diterima karena merupakan serangan terhadap hak hidup yang tak dapat diganggu gugat dan martabat orang tersebut."

Menurut Paus, "pemahaman baru" tentang signifikansi dari "sanksi pidana yang dikenakan oleh negara" telah muncul, yang memungkinkan Gereja untuk menyatakan bahwa "hukuman mati tidak dapat diterima."

Banyak orang yang telah mengetahui bahwa ajaran yang diganti oleh paus ini tampaknya mengabaikan begitu saja ajaran Katolik yang telah ditetapkan, bahwa otoritas sipil yang sah memiliki hak untuk menggunakan hukuman mati. Bahkan St. Yohanes Paulus II, yang meski secara pribadi menentang hukuman mati, tetapi dia menjunjung tinggi ajaran magisterial (Katekismus) tentang masalah ini.

Para kritikus yang terkenal telah menunjukkan bahwa pilihan hukuman mati telah didukung oleh Kitab Suci, kesepakatan bulat dari para Bapa Gereja Awali, Santo Thomas Aquinas dan tulisan-tulisan dari beberapa paus lain, terutama Paus Pius X dan Paus Pius XII.

Media massa utama memuat berbagai headline yang menggelegar “PAUS FRANCIS MENGUBAH AJARAN GEREJA KATOLIK.”

Ajaran baru itu menimbulkan keprihatinan bagi banyak umat Katolik yang setia. Beberapa orang dengan segera menganggap bahwa Paus Fransiskus telah melakukan bidaah. Yang lain lagi masih berusaha untuk menafsirkan "pemahaman baru" yang diusulkan oleh Paus itu dalam kaitannya dengan ajaran Katolik sebelumnya.

Seorang ahli liturgi yang terkenal, Dr. Peter Kwasniewski, menyebut doktrin baru dari Paus Fransiskus ini sebagai “gerakan paling berani dan paling sembrono saat ini dalam sebuah jabatan kepausan yang sudah berada di luar kendali dan menyebarkan kebingungan dalam skala yang besar.”

Menulis pagi ini untuk LifeSiteNews, Kwasniewski mengatakan bahwa hanya College of Cardinals yang memiliki hak untuk menilai apakah Francis adalah seorang bidaah formal, tetapi yang pasti bahwa mereka tidak boleh membiarkan kesalahan doktrinal ini berlangsung tanpa perlawanan.

“Apakah Francis adalah seorang bidaah formal — yaitu, sadar sepenuhnya bahwa apa yang dia ajarkan tentang hukuman mati bertentangan dengan doktrin Katolik, dan terbukti dirinya bersikeras dalam mempertahankan posisinya meskipun ada teguran — ini adalah masalah yang harus diputuskan oleh College of Cardinals." kata Dr. Peter Kwasniewski dalam tulisannya.

"Tidak diragukan lagi memang ada uskup-uskup ortodoks dari Gereja Katolik yang menentang kesalahan doktrinal ini dan menolak untuk menggunakan edisi Katekismus yang telah dirubah atau materi katekese yang berdasarkan perubahan itu."

Dr. Joseph Shaw dari Universitas Oxford mengatakan kepada LifeSiteNews bahwa perubahan yang dilakukan Francis terhadap Katekismus telah membuat katekismus itu “kurang akurat” dan dengan demikian kurang bernilai.

"Katekismus biasanya tidak dianggap sebagai dokumen magisterial dalam peranannya, tetapi ia berfungsi sebagai ringkasan sistematis dari dokumen magisterial," kata Shaw melalui email.

“Nilai katekismus terletak pada keakuratannya sebagai refleksi dari pengajaran abadi Gereja. Dengan perubahan ini oleh Paus Fransiskus, Katekismus Gereja Katolik menjadi kurang akurat daripada sebelumnya, karena jelas dari ajaran dan praktik Gereja selama dua milenium ini, dan pesan Kitab Suci yang jelas dan konsisten, bahwa hukuman mati tidak bertentangan dengan martabat dari pelaku kriminal, atau dengan usaha penebusannya.”

Dr. Joseph Shaw mencatat bahwa teks yang diterbitkan hari ini khususnya "bagian historisnya" seperti sistem hukuman modern, dimana pertimbangannya "tidak relevan" dengan pertanyaan apakah hukuman mati "selalu dan di mana-mana adalah salah." Yang lebih serius lagi, dengan perubahan itu kita patut meragukan kesetiaan para penasihat Paus Fransiskus kepada magisterium Gereja:

“Perkembangan ini memunculkan pertanyaan yang meresahkan tentang apakah para penasihat teologis Bapa Suci menganggap diri mereka terikat oleh pernyataan definitif para paus masa lalu, termasuk kisah terkenal tentang hukuman mati yang diberikan oleh Paus Pius XII,” tulis Dr. Joseph Shaw.

"Jika mereka tidak terikat kepada para paus yang lalu, tidak ada alasan mengapa paus masa depan harus terikat dengan pernyataan ini, dan memang otoritas paus Francis atas umat Katolik saat ini banyak dipertanyakan."

Carl Olsen, editor Catholic World Report, memberi tahu LifeSiteNews bahwa teks baru ini membuatnya bertanya: hal-hal baru apa lagi yang sedang dikerjakan oleh paus Francis?

"Jika katekismus ini bisa dirubah - sesuatu yang jelas merupakan bagian dari Magisterium Biasa Gereja - apa lagi yang bisa diubah atau dipelintir?" tanyanya. "Dan saya pikir itu adalah bagian besar dari rencana yang ada di sini."

Pendapat ini diperkuat oleh sejarawan Gereja yang berbicara dengan syarat anonim (tak disebutkan namanya):

"Apa yang (Francis) ingin lakukan adalah menggulingkan prinsip bahwa doktrin Katolik tidak berubah," katanya kepada LifeSiteNews. “Dia menginginkan prinsip perubahan gaya Hegelian yang konstan (terus berubah). Itulah yang dipercaya oleh majikannya, Kardinal Walter Kasper, dan perubahan atas katekismus ini adalah sebagai kasus percobaan bagi Francis.”

Pada tahun 1967, Walter Kasper menulis bahwa gagasan tentang Allah yang tidak berubah adalah "pelanggaran terhadap manusia" dan sebagai sebuah berhala palsu:

“Tuhan yang dinobatkan atas dunia dan sejarah, sebagai suatu makhluk tidak berubah, adalah pelanggaran terhadap manusia. Seseorang harus menolaknya demi manusia, karena dia (Tuhan) mengklaim untuk dirinya sendiri martabat dan kehormatan yang dimiliki oleh hak manusia…. Kita harus melawan Tuhan seperti ini, bagaimanapun juga, tidak hanya demi manusia, tetapi juga demi Tuhan. Dia bukanlah Tuhan yang benar sama sekali, melainkan berhala celaka. Bagi suatu Tuhan yang hanya berjalan di sepanjang dan di atas sejarah, dimana dirinya sendiri bukanlah sejarah, adalah Tuhan yang terbatas. Jika kita menyebut Tuhan seperti itu, maka demi Yang Mutlak kita harus menjadi atheis absolut. Tuhan seperti itu muncul dari pandangan dunia yang kaku; dia adalah penjamin status quo dan musuh yang baru.”

Sejarawan Gereja ini memberi tahu LifeSiteNews bahwa Francis “benar-benar menentang” salah satu kutukan Konsili Vatikan Pertama. Dalam Konsili itu dikatakan bahwa terkutuklah orang yang menganggap bahwa kemajuan dalam pengetahuan bisa mengubah makna ajaran Gereja (dengan kata lain, kemajuan pengetahuan tidak akan bisa merubah makna ajaran Gereja); dan ini adalah sesuatu yang sepertinya dilakukan oleh Francis dalam teks barunya ketika dia berbicara tentang “pemahaman baru.”

Konsili Vatican I mengatakan, “Jika ada yang mengatakan bahwa adalah mungkin pada suatu waktu, karena kemajuan pengetahuan, suatu pemikiran dapat diberikan kepada dogma-dogma yang dikemukakan oleh Gereja, yang berbeda dari apa yang telah dipahami dan dimengerti oleh Gereja: biarlah dia menjadi laknat.”
Dr. Michael Sirilla, profesor teologi di Franciscan University of Steubenville, mengatakan kepada LifeSiteNews melalui email bahwa bagian yang baru ciptaan Francis itu bersifat "ambigu" hingga cukup ampuh untuk menghindari pertentangan dengan ajaran Gereja secara langsung.

"Almarhum Kardinal Avery Dulles, dan yang lebih baru, Dr. Edward Feser, telah menunjukkan bahwa Gereja secara definitif mengajarkan bahwa hukuman mati pada hakikatnya bukannya tidak bermoral," tulis Sirilla.

“Dokumen CDF yang baru ini dan perubahan pada (Katekismus) cukup ambigu untuk menghindari secara eksplisit pertentangan dengan ajaran Gereja definitif, dengan penggunaan istilah 'tidak dapat diterima' sehubungan dengan hukuman mati,” lanjutnya. “Khususnya, mereka (dan paus Francis) tidak mau mengatakan bahwa itu 'secara intrinsik tidak bermoral,' dan dengan demikian mereka berusaha menghindari pertentangan dengan pengajaran magisterial sebelumnya.”

Dr. Michael Sirilla mencatat, bagaimanapun, bahwa perubahan itu cenderung mengarah kepada kebingungan dan ia memerlukan klarifikasi dari Paus Francis.

"... ambiguitas istilah 'tidak dapat diterima' karena ia akan menyebabkan umat Katolik yang paling setia untuk berpikir secara salah, bahwa hukuman mati pada dasarnya tidak bermoral," katanya. “Yang kami butuhkan sekarang adalah klarifikasi magisterial yang jelas dan tepat tentang apa yang dimaksud dengan istilah 'tidak dapat diterima' – karena ini bukanlah istilah yang digunakan dalam arti formal oleh para teolog moral Katolik.”

Dalam buku definitifnya tentang teologi Katolik tentang hukuman mati, By Man Let His Blood Be Shed, Dr. Edward Feser menulis bahwa martabat manusia adalah alasan Tuhan untuk memberi otoritas manusia hak untuk mengeksekusi pembunuh: “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.”(Kej. 9: 6).

Dalam sebuah artikel yang ditulisnya untuk Catholic World Report bulan Januari 2018 ini, Dr. Edward Feser menegaskan bahwa hukuman mati adalah sah secara prinsip dan bahwa “bahkan seorang paus pun tidak dapat membalikkan ajaran ini.”



++++++++++++++++++++++++++

MDM, Sabtu, 7 September 2013, jam 18.25
Sabda KudusKu tidak dapat diubah atau disesuaikan hingga menjadi sesuatu yang lain.

"Janganlah berkompromi dengan Imanmu. Bidaah, oh bidaah yang sangat menyedihkan — didukung dan diijinkan di dalam Rumah-Ku! Hai para klerus, apakah kamu mau menyalibkan Aku kembali?" – Pesan Yesus di Bayside, 7 September 1979

"Akan ada seorang paus yang dipilih secara tidak sah, yang akan menimbulkan perpecahan besar; akan ada berbagai pemikiran yang diajarkan yang akan menyebabkan banyak orang, bahkan mereka yang berada dalam berbagai ordo yang berbeda, menjadi ragu-ragu; ya, bahkan mereka setuju dengan para bidaah yang akan menyebabkan Ordo-ku ini terpecah belah; maka akan terjadilah pertikaian dan penganiayaan universal, yang jika hari-hari itu tidak dipersingkat, bahkan umat pilihan akan musnah." - St. Fransiskus Asisi (Pemerintahan Antikristus, Pater R. Gerald Culleton)

Rm 13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

Yoh. 19: 10-11: Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas."

Luk 19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."


KUTIPAN KITAB SUCI YANG MENGACU SOAL HUKUMAN MATI
https://tcreek.jimdo.com/scripture/

Mat 10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Mat 18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

Mat 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Mat 26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

Kej 6:12-13  Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

Kej 9:6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.

Kej 19:13 …sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya."

Kej 19:24-25 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.

Rm 1:26-28 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas.

Kel 12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
Kel 12:15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.
Kel 12:19 Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jemaah Israel, baik ia orang asing, baik ia orang asli.
Kel 12:23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.
Kel 12:27 maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.
Kel 12:29 Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.
Kel 12:30 Lalu bangunlah Firaun pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kena kematian.

Kel 14:26 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda."
Kel 14:27 Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.
Kel 14:28 Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.

Rm 13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

Mat 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Mat 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Mat 15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.

Mat 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 

Yoh 19:10 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"

Luk 23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
Luk 23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Luk 23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
Luk 23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Luk 23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Why 13:10 Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

Kis 25:11 Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!"

Ibr 10:28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.


No comments:

Post a Comment