Thursday, July 7, 2016

KRISIS TERDAHSYAT ANTARA PELACUR BESAR....

KRISIS TERDAHSYAT ANTARA PELACUR BESAR DENGAN PEREMPUAN BERSELUBUNG MATAHARI



Hal ini memperlihatkan efektivitas dari kepemimpinan Gereja: "Banyak sekali pembaca yang menulis kepada saya, yang merasa sangat terganggu, beberapa ada yang sangat terguncang dalam keyakinan mereka, yang lainnya lagi dalam keadaan menderita karena mereka merasa sedang mendekati keadaan hilangnya iman mereka, dan mereka meminta saya untuk berbicara tentang ini atau kegilaan eklesiastik saat ini" Inilah yang akan dilakukan Iblis dan Nabi palsunya –menimbulkan gangguan hingga sampai kehilangan iman. Begitulah PF sedang dalam proses menciptakan Pelacur Babylon dengan ‘gereja-tunggal-dunia’nya yang sekuler.

(Yohanes melihat Pelacur Besar – Illumination, c. 1450)

THE LAST LIGHT
Juan Manuel de Prada
ABC (Madrid)
July 3, 2016

Banyak sekali pembaca yang menulis kepada saya, yang merasa sangat terganggu, beberapa ada yang sangat terguncang dalam keyakinan mereka, yang lainnya lagi dalam keadaan menderita karena mereka merasa sedang mendekati keadaan hilangnya iman mereka, dan mereka meminta saya untuk berbicara tentang ini atau kegilaan eklesiastik saat ini. Selama bertahun-tahun ini saya bersikap masa bodoh sehingga musuh-musuh Iman bisa menyerang saya. Hingga pada suatu hari para pengawalku mulai menyerang juga (dengan keganasan yang luar biasa!). Saat ini, saya akan melewati sebuah malam yang gelap dari jiwa dengan masa depan yang tidak pasti; dengan permintaan maaf yang sangat besar, saya tidak bisa melayani semua permintaan dari pembaca saya yang bersedih, bahkan justru saya menambahkan keadaan saya sendiri kepada kesengsaraan mereka. Namun, saya akan mengingatkan mereka akan sebuah kutipan dari Kitab Suci, yang mengatakan bahwa pada saat-saat yang gelap, seseorang harus hadir, sehingga pengharapan tidak akan mati. Dan kalimat-kalimat ini akan menjadi yang terakhir yang saya persembahkan bagi masalah yang sangat memilukan ini.

Pada salah satu penglihatan Yohanes didalam Kitab Wahyu disebutkan kepada kita tentang adanya Pelacur Besar, yang "melakukan perzinahan dengan raja-raja di bumi" dan "membuat mabuk mereka yang menghuni bumi dengan anggur dari persundalannya." Pelacur Besar ini adalah agama yang dizinahkan, dipalsukan, dilacurkan, diserahkan kepada kekuatan-kekuatan dari dunia ini; dan dia (pelacur itu) adalah antitesis dari Wanita lain yang muncul dalam Wahyu, Perempuan yang melahirkan yang berselubungkan matahari, dan dimahkotai dengan bintang-bintang, yang harus melarikan diri ke padang gurun, karena dianiaya oleh Binatang itu. Jika Pelacur Besar itu adalah mewakili agama yang berlutut dan tunduk di hadapan "raja-raja di bumi", maka Perempuan yang melahirkan itu mewakili agama dan umat yang tetap setia serta para martir. Kedua sisi dari dua agama ini, secara sempurna mudah dibedakan oleh Allah, tetapi tidak selalu bisa dibedakan oleh manusia, yang seringkali bingung dan kacau dalam memahami dan membedakan yang satu dengan yang lain (kadang-kadang karena tidak mampu membedakan, kadang-kadang terkena oleh tipu daya). Dan keduanya hanya bisa dibedakan sepenuhnya pada saat panenan nanti, ketika gandum dipisahkan dari ilalang.

Sementara itu, untuk mengidentifikasi agama yang dilacurkan ini, kita harus memandu diri kita melalui tanda-tanda yang telah diberikan kepada kita oleh Kristus: ia adalah agama yang menjadi garam tanpa rasa asin, ia adalah agama yang selalu diam sehingga batu-batupun sampai menangis, ia adalah agama yang membiarkan terjadinya "kekejian yang membinasakan", perzinahan, menyembunyikan wajahnya, dan bahkan menganiaya kebenaran.

"Mereka akan mengeluarkan kamu dari rumah-rumah ibadat," demikian Kristus bernubuat, pada peringatan terakhirNya kepada para pelaut, "siapa saja yang membunuh kamu, mereka akan berpikir bahwa dia melakukan hal itu kepada Allah." Nyata sekali bahwa Kristus tidak berbicara tentang penganiayaan yang dilakukan oleh raja-raja di bumi, tetapi Kristus berbicara tentang penganiayaan yang jauh lebih menakutkan - misteri kedurhakaan yang dahsyat – yang didorong oleh si Pelacur Besar itu.

Bagaimana Pelacur Besar itu berzina dengan raja-raja di bumi? Dengan berpura-pura menyerahkan diri kepada hukum-hukum mereka, melalui kompromi dengan kediktatoran ideologis mereka, dengan bersikap diam terhadap penyimpangan mereka, dengan mendambakan kekayaan dan kehormatan mereka, dengan berpegangan pada hak-hak istimewa mereka yang berkilauan, dengan apa mereka menyuap dia, dalam rangka untuk membuatnya bertekuk lutut di kaki mereka: singkatnya, dengan menempatkan kekuasaan-kekuasaan dunia ini di tempat yang menjadi milik Allah. Dan bagaimana Pelacur Besar itu memabukkan orang-orang dengan anggur persundalannya? Dengan cara melacurkan Injil, merendahkan Injil hingga menjadi semacam ‘bubur murahan’ yang ‘seolah melakukan kebaikan’, mencemari doktrin Gereja yang berumur ribuan tahun, bersekutu dengan para musuh Iman, tunduk kepada kesesatan dengan alasan demi belas kasih (kerahiman), menyebarkan kebingungan di antara orang-orang yang sederhana, menyalahkan dan membuat menderita dan bingung orang-orang yang setia, bahkan si Pelacur Besar itu menganggap mereka sebagai musuh di hadapan orang banyak yang terheran-heran, yang kemudian akan bisa membantai mereka dengan lebih mudah. Pada akhirnya, orang-orang yang setia ini akan menjadi sangat sedikit jumlahnya; tapi, di sisi yang lain, orang-orang yang setia ini akan mudah dikenali, hingga mereka akan menimbulkan kebencian pada para pengikut agama yang dilacurkan itu, yang akan menganiaya mereka semua hingga mengusirnya ke padang gurun: "Dan kamu akan dibenci semua orang demi nama-Ku. Tapi dia yang bertahan sampai akhir, dia akan diselamatkan."

Sementara itu, Allah akan menepati janji-Nya tentang SabdaNya yang abadi dan tak bisa salah: "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu." Dan cahaya terakhir ini akan menjadi satunya penghiburan kita, sementara ‘malam yang gelap dari jiwa’ mengelilingi kita.

Read the full article at Rorate Caeli


No comments:

Post a Comment