Saturday, July 30, 2016

PENGALAMAN KEMATIAN PASTOR JOSE

PENGALAMAN KEMATIAN PASTOR JOSE
by FR. JOSE MANIYANGAT JULY 28, 2016




Saya lahir pada 16 Juli 1949 di Kerala, India. Orang tua saya bernama Joseph dan Theresa Maniyangat. Saya adalah anak tertua dari tujuh bersaudara: Jose, Mary, Theresa, Lissama, Zachariah, Valsa and Tom.

Pada usia 14 tahun saya memasuki sekolah seminari menengah St.Mary di Thiruvalla untuk belajar menjadi seorang imam. 4 tahun kemudian saya memasuki seminari atas St. Joseph’s Pontifical Major Seminary di Alwaye, di Kerala. Setelah 7 tahun saya menyelesaikan pendidikan Filsafat dan Teologi, saya ditahbiskan menjadi imam pada 1 Januari 1975, dan menjadi seorang misioner di diosis Thiruvalla, India.
Pada tahun 1978 saya mengajar di St. Thomas minor seminary di Bathery, dan saya menjadi anggota aktiv dari gerakan Pembaharuan Karismatik, dan saya sering mengadakan retret dan konperensi karismatik di Kerala.
Pada sebuah hari Minggu, 14 April 1985, hari Pesta Kerahiman Ilahi, saya mau mengadakan misa di sebuah gereja di bagian utara Kerala. Dalam perjalanan itu saya mengalami sebuah kecelakaan yang fatal. Saya naik sepeda motor dan saya bertabrakan frontal dengan sebuah mobil jeep yang dikendarai oleh seorang pria yang sedang mabuk, setelah mengikuti sebuah perayaan agama Hindu. Saya dilarikan ke rumah sakit yang jaraknya sekitar 35 mil dari tempat kecelakaan. Di tengah perjalanan menuju rumah sakit, nyawa saya melayang lepas dan saya mengalami kematian. Segera saya bertemu dengan malaikat pelindung saya. Saya melihat tubuh saya dikerumuni oleh orang-orang yang membawa saya ke rumah sakit. Saya mendengar mereka menangis dan mendoakan saya. Saat itu malaikat pelindung saya berkata :”Aku akan membawamu ke Surga. Tuhan ingin berjumpa dan berbicara dengan kamu.” Dia juga berkata bahwa dalam perjalanan kami nanti dia akan menunjukkan kepadaku neraka dan Api Penyucian.
NERAKA
Lebih dahulu malaikat itu membawaku ke neraka. Disitu aku menyaksikan sebuah pemandangan yang amat mengerikan. Saya melihat setan dan iblis, dengan api yang tak terpadamkan yang suhunya mencapai sekitar 2000⁰ F, dengan banyak sekali cacing yang merayap, orang-orang yang menjerit-jerit serta berkelahi dengan sesamanya, dan nampak juga orang-orang yang sedang disiksa oleh iblis-iblis. Malaikat saya mengatakan kepada saya bahwa semua penderitaan itu adalah karena dosa-dosa berat yang tidak dilaporkan dan dimintakan pengampunan didalam Sakramen Tobat.
Lalu saya sadar bahwa di neraka itu ada tujuh tingkatan penderitaan sesuai dengan jumlah dan macam dosa berat yang dilakukan dalam kehidupan di dunia. Jiwa-jiwa disitu nampak buruk sekali, mereka nampak kejam, dan mengerikan. Ya, itu adalah sebuah pengalaman yang sangat menakutkan bagi saya.
Saya juga melihat orang-orang yang saya kenal tetapi saya tidak diijinkan untuk mengungkapkan identitas mereka.
Dosa-dosa yang menyiksa mereka terutama adalah dosa-dosa aborsi, homosex, eutanasia, kebencian, tidak mau mengampuni, serta dosa pencemaran (sakrilegi). Malaikat itu mengatakan kepada saya bahwa seandainya mereka itu mau bertobat, maka mereka akan terhindar dari api neraka dan masuk kedalam Api Penyucian.
Saya juga mengerti bahwa orang-orang yang bertobat atas dosa-dosa itu (ketika mereka masih hidup di dunia), mereka akan dimurnikan di dunia melalui penderitaan mereka. Dengan cara ini mereka juga akan bisa menghindari Api Penyucian dan langsung masuk kedalam Surga.
Saya terkejut ketika saya melihat ada imam-imam dan uskup-uskup di dalam neraka itu, dimana beberapa diantara mereka sebenarnya saya tidak ingin melihatnya. Banyak dari mereka berada di neraka karena mereka telah menyesatkan umat dengan melalui ajaran yang palsu serta contoh mereka yang buruk.
API PENYUCIAN
Setelah mengunjungi neraka, malaikat pelindung saya menuntun saja menuju Api Penyucian. Disinipun ada tujuh tingkatan penderitaan serta api yang tak terpadamkan. Namun jauh lebih kecil penderitaan disini daripada di neraka. Didalam Api Penyucian tidak dijumpai ada pertengkaran ataupun perkelahian. Penderitaan utama dari jiwa-jiwa itu adalah karena mereka terpisah dari Allah. Beberapa dari mereka yang berada didalam Api Penyucian juga melakukan dosa-dosa berat. Namun mereka telah diperdamaikan dengan Allah sebelum kematian mereka. Meski begitu jiwa-jiwa itu masih menderita, namun mereka memiliki rasa damai dan pengetahuan bahwa suatu hari nanti mereka akan bisa melihat Allah, berhadap-hadapan muka dengan Allah.
Saya mendapat kesempatan untuk berkomunikasi dengan jiwa-jiwa didalam Api Penyucian. Mereka meminta saya agar mendoakan mereka, dan agar saya berkata kepada orang-orang di dunia agar mendoakan mereka juga, agar mereka bisa segera masuk kedalam Surga. Jika kita berdoa bagi jiwa-jiwa didalam Api Penyucian, maka kita akan menerima rasa syukur mereka melalui doa-doa mereka dan setelah mereka memasuki Surga maka doa-doa mereka akan semakin kuat dan bermanfaat bagi kita.
Cukup sulit bagi saya untuk menjelaskan betapa indahnya malaikat pelindung saya itu. Dia nampak terang dan bercahaya. Dia adalah pendamping saya yang setia dan selalu menolong saya dalam segala perutusan saya, terutama perutusan penyembuhan saya. Saya mengalami kehadirannya kemanapun saya pergi, dan saya sangat bersyukur atas perlindungannya dalam kehidupan saya sehari-hari.
SURGA
Kemudian malaikat saya membawa saya ke Surga dengan melewati sebuah terowongan besar yang berkilauan dengan cahaya putih. Saya tak pernah mengalami rasa damai dan sukacita seperti ini dalam hidup saya.
Kemudian segera saja Surga terbuka dan saya mendengar suara alunan musik yang sangat indah, yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Para malaikat disana bernyanyi dan memuji Tuhan. Saya melihat semua orang kudus, terutama Bunda Maria dan St.Yosef, dan banyak lagi uskup-uskup dan imam-imam yang baik, dimana mereka nampak bercahaya seperti bintang. Dan ketika saya hadir di hadapan Allah, Yesus berkata kepada saya: “Aku ingin kamu kembali ke dunia. Dalam kehidupanmu yang kedua itu nanti kamu akan menjadi sebuah sarana perdamaian dan penyembuhan bagi umatKu. Kamu akan berjalan di tanah yang asing, dan kamu berbicara dalam bahasa asing. Segala sesuatu adalah mungkin bagimu dengan pertolongan rahmatKu.” Setelah kalimat ini, Bunda Maria berkata kepada saya :”Lakukanlah apapun yang dikatakanNya kepadamu. Aku akan menolongmu dalam perutusanmu.”
Kata-kata saja tak bisa menggambarkan keindahan dari Surga. Disana kita bisa menemukan damai dan sukacita yang berlimpah, yang melebihi sejuta kali bayangan kita di dunia. Allah itu jauh lebih indah daripada gambaran apapun. WajahNya bercahaya dan berkilauan dan lebih indah daripada seribu matahari terbit. Gambaran tentang Dia yang kita miliki di dunia hanyalah bayangan tipis saja dari segala kebesaranNya.
Bunda Maria nampak berada di samping Yesus. Dia sangat cantik dan bercahaya. Tak ada gambaran di dunia ini yang sebanding dengan kecantikannya yang sebenarnya. Surga adalah rumah kita yang sejati, kita semua diciptakan untuk tinggal di Surga dan menikmati Allah selamanya. Lalu saya kembali ke dunia ini bersama malaikat saya.
PASTOR JOSE DINYATAKAN MENINGGAL
Sementara tubuh saya berada di rumah sakit, dokter melakukan semua pemeriksaan dan saya dinyatakan telah meninggal. Penyebab kematian saya adalah karena pendarahan. Keluarga saya diberitahu dan karena mereka berada jauh maka pegawai rumah sakit memutuskan untuk membawa tubuh saya ke kamar mayat. Karena rumah sakit itu tak memiliki pendingin ruangan, mereka khawatir kalau tubuh saya cepat membusuk. Ketika mereka membawa tubuh saya ke kamar mayat, jiwa saya kembali memasuki tubuh saya. Saya merasakan sakit yang luar biasa karena banyaknya luka pada tubuh saya serta tulang-tulang saya yang retak. Saya mulai merintih kesakitan dan orang-orang di sekitar saya menjadi ketakutan hingga mereka berlari menjauh sambil menjerit-jerit.

DIA HIDUP LAGI ! INI ADALAH SEBUAH KEAJAIBAN !
Salah satu dari orang-orang itu mendatangi dokter dan berkata :”Mayat itu merintih”. Lalu dokter datang dan memeriksa tubuh saya dan mendapati bahwa saya dalam keadaan hidup. Dia berkata :”Pastor hidup! Ini adalah keajaiban. Bawalah dia kembali ke rumah sakit.”
Kembali di rumah sakit, mereka memberi saya transfusi darah, dan saya dibawa ke kamar operasi untuk memperbaiki tulang-tulang saya yang remuk. Mereka memperbaiki rahang bawah saya, tulang-tulang rusuk, tulang pinggul, pergelangan tangan, dan kaki kanan saya. Setelah dua bulan mereka mengijinkan saya keluar dari rumah sakit, dan dokter ortopedi mengatakan bahwa saya tak akan bisa berjalan lagi. Lalu saya berkata kepadanya :”Allah yang membuat saya hidup lagi dan mengirim saya kembali ke dunia, maka Dia akan menyembuhkan saya.” Sesampai di rumah, kami semua berdoa memohon keajaiban. Setelah sebulan dan semua gips serta verban dilepas, saya masih belum bisa bergerak. Tetapi pada suatu hari ketika sedang berdoa, saya merasakan sebuah rasa nyeri yang luar biasa pada pinggul saya. Beberapa saat kemudian rasa nyeri itu hilang sama sekali, dan saya mendengar suara:”Kamu disembuhkan. Bangunlah dan berjalanlah.” Saya merasa damai yang luar biasa dan adanya kuasa penyembuhan pada tubuh saya. Segera saja saya bangun dan berjalan. Saya memuji dan bersyukur kepada Allah atas keajaiban ini.
Saya menemui dokter saya untuk menyampaikan berita kesembuhan ini dan dia merasa terkejut sekali serta takjub. Dia berkata :”Allahmu adalah Allah yang sejati. Aku akan mengikuti Allahmu.” Dokter itu adalah seorang Hindu dan dia meminta saya untuk mengajarinya tentang Gereja. Setelah belajar mengenai Iman Kristiani, saya membaptis dia dan dia menjadi Katolik.
Dengan mematuhi pesan dari malaikat pelindung saya, saya pergi ke Amerika Serikat pada 10 Nopember 1986, sebagai seorang imam misioner. Pertama-tama saya bekerja pada diosis Boise, Orlando, dari tahun 1987 sampai 1989. Lalu saya menjadi direktur pada Prison Ministry di Orlando, Florida, tahun 1989 sampai 1992.
Pada tahun 1992 saya sampai di diosis St.Augustine dimana saya ditugaskan di paroki St. Matthew’s di Jacksonville selama dua tahun. Lalu saya ditunjuk menjadi pastor paroki pada Gereja ‘Assumption tahun 1994 – 1999. Pada tahun 1997 saya menjadi anggota tetap dari diosis setempat. Sejak Juni 1999 saya menjadi pastor di Gereja St. Mary’s Mother of Mercy di Macclenny, Florida. Saya juga melayani sebagai pastor di penjara Florida, pada ‘Union Correctional Institution di Raiford serta di rumah sakit milik negara ‘Northeast Florida di Macclenny. Saya juga menjadi penasihat rohani dari Legio Maria setempat.
Pada setiap Sabtu Pertama saya mengadakan misa dan penyembuhan karismatik di paroki saya, St. Mary Mother of Mercy. Banyak orang yang datang dari seluruh Florida dan negara-negara bagan lainnya di Amerika Serikat, dari New York, Philadelphia, Washington DC, San Jose, Dallas, Chicago, Birmingham, Denver, Boise, Idaho Falls, Hawaii, Miami, Ft Lauderdale, Poolsville; juga dari negara-negara lain seperti Ireland, Spain, Czech Republic, India, France, Portugal, Yugoslavia, Italy, Canada, Mexico, Cayman Island, dan Ontario.
PERUTUSAN  PENYEMBUHAN  EKARISTIK
Melalui perutusan penyembuhan Ekaristik ini saya melihat ada banyak orang yang disembuhkan secara jasmani maupun spirituil, secara mental dan emosional. Orang-orang dengan berbagai penyakit, seperti kanker, AIDS, artritis, berbagai penyakit jantung, penyakit mata, paru serta punggung, gangguan pendengaran dan lain-lainnya, mereka disembuhkan sepenuhnya. Beberapa kali dalam setahun saya melayani penyembuhan khusus pada pohon keluarga, dimana pengaruh dari dosa-dosa leluhur bisa dihilangkan, dan orang yang bersangkutan bisa sembuh sama sekali. Kitab Suci mengatakan bahwa dosa-dosa keluarga bisa melekat hingga kepada 3 – 5 generasi berikutnya (lihat Kel. 34:7 “...yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.") Maka dalam berbagai kasus kita perlu mengadakan penyembuhan ‘lintas angkatan’. Dokter dan ahli obat-obatan tak bisa menyembuhkan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh pohon keluarga.  
Selama proses penyembuhan ini, banyak orang yang ‘mengistirahatkan’ rohnya di hadapan Sakramen Terberkati dan beberapa ada yang mengalami pembaharuan didalam jiwa mereka serta penyembuhan didalam tubuh mereka.

To contact Fr. Jose Maniyangat visit http://www.frmaniyangathealingministry.com 

No comments:

Post a Comment