Friday, May 27, 2016

Bayside : #38 – IMAM-IMAM (BAGIAN I)



#38 – IMAM-IMAM (BAGIAN I)





Sudahkah kita mempertahankan semangat doa dan meditasi bagi brevir? Bagaimana kita mengharapkan manfaat yang penuh jika kita tidak menimba dari perbincangan dengan Allah yang berupa energi-energi pilihan yang hanya Dia saja yang bisa memberikannya? - Pope Paul VI, Message to Priests, June 30, 1968



JAM KUDUS - Our Lady, September 27, 1986
Doa-doa yang kau lakukan bagi hidup panggilan pada hari-hari Minggu selama di dunia akan diperhitungkan bagi saat ketika kamu telah melewati batas kehidupan ini. Dan kamu akan berbahagia bersama seluruh isi Surga atas banyaknya jiwa imam-imam yang kau bawa kembali menuju kawanan.

BERLUTUT - Our Lady, July 25, 1979
Segala hormat hendaknya ditujukan kepada Puteraku didalam Ekaristi. Manusia harus berlutut. Rumah Puteraku adalah Rumah Allah dan sebuah rumah doa. Dan ia tak boleh dirubah menjadi ruang pertemuan.

SAKIT HATI - Our Lady, March 18, 1977
Ya, anak-anakku, kamu harus terus berdoa bagi imam-imammu, para pastormu. Banyak dari mereka yang menjadi kebingungan, penuh kecemasan, tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh dalam kehidupan mereka yang sulit ini. Banyak yang mati muda karena sakit hati.

KEMBANG BAKUNG - Our Lady, July 24, 1976
Klerus, para pengikut Puteraku, kamu yang telah memilih sebuah hidup panggilan dan menerima rahmat untuk dipilih diantara umat manusia, bersediakah kamu mengumpulkan domba-domba Kami yang tercerai berai?

MEMALUKAN - Our Lady, February 10, 1975
Janganlah kamu dibodohi, anakku, oleh mereka yang mencemari pakaiannya. Kami didalam Kerajaan, Hati Kami menjadi sedih karena mengetahui bahwa banyak dari klerus yang merusak kehidupan panggilan mereka. Mereka telah berbuat yang memalukan dan tidak hormat terhadap kehidupan panggilan mereka. Berdoalah bagi mereka, karena setan telah bertekad untuk merenggut mereka. Aku adalah seorang Ibu yang amat berdukacita.

KEBENARAN POKOK - Our Lady, October 6, 1974
Kembalilah sekarang, karena penghakimanmu akan jauh lebih besar daripada yang dialami oleh umat awam, karena kamu sebagai seorang imam dari Allah, telah dipilih oleh Bapa untuk mewakili Puteraku. Dengan begitu penghakimanmu, karena kamu menyesatkan dan menolak kebenaran pokok dari Imanmu, akan jauh lebih besar.

RASIONALISASI DOSA - Our Lady, October 2, 1976
Anak-anakku, di negerimu, didalam seminari-seminari di Amerika Serikat dan Kanada, dan di dunia, kamu memiliki para profesor yang bergelimang dalam dosa. Mereka yang menyebut dirinya sebagai imam-imam pilihan dari Puteraku, sebenarnya adalah anak-anak dari setan yang keji, yang merasionalisir dosa. Perintah-perintah Allah tidak dipandang sebagaimana mestinya, dan mereka mencari-cari alasan untuk mendukung perbuatan dosa.

LENCANA KEHORMATAN - Our Lady, March 25, 1973
Seorang imam yang ditahbiskan secara benar di Rumah Allah tidak boleh merubah kebiasaan. Dia tidak boleh melepaskan lencana kehormatan atas hidup panggilannya. Jika melakukan hal itu dia telah membuat jiwanya rentan terhadap pencemaran dari pengaruh dunia.

KOMUNI DI TANGAN - Our Lady, June 30, 1984
Puteraku tidak berkenan dengan cara dimana Tubuh dan DarahNya dibagikan kepada umat di seluruh dunia. Komuni di tangan tidak bisa dan tidak akan bisa diterima oleh Surga. Ini adalah pencemaran di mata Bapa Yang Kekal, dan tidak boleh diteruskan, karena kamu hanya akan menambah hukumanmu ketika kamu terus melakukan tindakan yang tidak berkenan bagi Bapa Yang Kekal.

GEREJA PAROKI - Our Lady, March 25, 1978
Aku telah memintamu sekali, dan sekali lagi, agar tidak meninggalkan Gereja parokimu. Itu adalah rencana setan untuk menutup pintu-pintunya. Ingatlah anak-anakku, aku mengulangi lagi, bahwa Puteraku ada bersamamu didalam Ekaristi. Dia hadir di tengah-tengahmu didalam Tubuh dan Roh. Dia dibawa kepadamu oleh seorang imam yang telah ditahbiskan secara sah, seorang manusia dari Allah.

NERAKA - Our Lady, June 6, 1987
Anakku, dengan sesungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa ada banyak imam-imam yang masuk kedalam neraka, karena sedikit sekali doa-doa didaraskan bagi mereka. Dan mereka tidak mau menerima jalan menuju pertobatan, hidup bakti dan kebenaran.

TAK MEMILIKI TANDA MASUK - Our Lady, September 7, 1977
Sadarilah anak-anakku, bahwa kamu tidak cukup berdoa bagi imam-imammu. Mereka adalah juga manusia, yang bisa salah dan tunduk kepada tipuan dari setan. Merekapun bisa kehilangan jiwa mereka kepada setan kecuali kamu mau berdoa bagi mereka, melakukan silih dan kurban bagi mereka. Mereka tak memiliki tanda masuk yang istimewa kedalam Surga. Mereka juga harus berjuang di jalan yang penuh duri seperti kamu.

SARANA- Our Lady, October 6, 1973
Anakku, kamu bertanya tentang keadaan jiwa dari para imam. Bukanlah hakmu untuk bertanya hal ini ataupun menghakimi. Ya, dia adalah manusia biasa. Memiliki kesalahan, ya. Bisa terjatuh, ya. Namun di saat konsekrasi, dan di saat dia mendengarkan dosa-dosamu didalam kamar pengakuan, Roh Kudus turun atas dirinya, menggunakan dia sebagai sarana untuk membawa absolusi bagimu. 

MENCEMOOH - Our Lady, June 18, 1990
Aku ingin kamu menekankan keberadaan neraka dan Api Penyucian. Kedua tempat itu telah dilupakan oleh banyak orang. Bahkan imam-imam didalam Gereja Puteraku telah mengabaikan pengetahuan yang penting ini. Kenyataannya ada beberapa orang saat ini yang mencemoohkannya dan mengatakan bahwa hal itu (neraka dan Api Penyucian) tidak benar.

MANUSIA BIASA - Jesus, August 14, 1974
Aku menegur kamu sekarang karena kamu tidak menempatkan dirimu sebagai manusia biasa. Ketika Aku memilih kamu untuk mewakili Aku sebagai seorang imam didalam RumahKu – kamu tidak menjadikan dirimu sebagai manusia biasa, karena kamu tak akan bisa membawa jiwa-jiwa kedalam Kerajaan jika kamu bersatu didalam dosa-dosa mereka. Jiwamu haruslah bercahaya dan menjadi contoh kemurnian. Kamu harus mematuhi sumpah kemurnian dan kemiskinanmu. Diantara kamu Kami mendapati sedikit sekali sumpah ini dilaksanakan.

TINDAKAN KEMURAHAN HATI - Our Lady, September 7, 1979
Sifat cinta diri banyak terdapat didalam hati manusia, terutama didalam hati para klerus. Tindakan kemurahan hati haruslah dilakukan oleh klerus di Rumah Puteraku.

KETAATAN DIPELINTIR - Our Lady, June 18, 1979
Berdoalah bagi klerusmu. Ketaatan telah dipelintir saat ini hingga menjadikan mereka sebagai hamba-hamba dari para penguasa yang sesat.

MEMERIKSA DIRI - Jesus, August 21, 1976
Semua klerus sekarang harus memeriksa dirinya sendiri, dan melakukan perubahan pada jiwa-jiwa mereka sebelum mereka bisa berjalan menuju terang dan mengumpulkan domba-dombanya, yang saat ini tercerai berai.

KESOMBONGAN - Our Lady, July 1, 1974
Kesombongan, kesombongan intelektual di Rumah Allah, menjadi penghalang yang lebih tangguh daripada ketidak-sopanan. Penghalang ini bisa menghancurkan! Bersihkanlah dirimu dari kesombongan dan kecongkakan. Kembalilah kepada keadaan kemiskinan jasmani dan kelemah-lembutan jiwa. Jika kamu tidak menjadikan dirimu seperti anak-anak kecil, kamu tak akan bisa memasuki Kerajaan.

UPAYA PEMBAHARUAN - Our Lady, June 15, 1974
Celakalah kamu, para pastor! Celakalah kamu klerus yang kini menjadi para pemimpin yang membingungkan, mengacaukan dan menyesatkan! Pembaharuan, anakku, telah menjadi kehancuran bagi banyak jiwa-jiwa. Perubahan – mengapa manusia selalu meminta perubahan? Bukankah ujian zaman (2000 tahun sejarah Gereja) merupakan penuntun yang pasti bagi umat manusia? Kami tidak berubah untuk menyenangkan manusia, namun Kami menjadikan Diri Kami sebagai contoh untuk membawa manusia kepada Allahnya.  

No comments:

Post a Comment