Tuesday, November 13, 2018

Fr.Paul O’Sullivan O.P. (E.D.M) - MENGHINDARI API PENCUCIAN Bab 12


MENGHINDARI API PENCUCIAN


Oleh : Fr.Paul O’Sullivan O.P. (E.D.M)


B A B   12

Bantuan Bagi Jiwa-jiwa di Api Pencucian Akan Mendatangkan Ganjaran Bagi Kita

Jiwa-jiwa yang telah diringankan penderitaannya atau telah dilepaskan dari Api Pencucian karena adanya banyak Misa Kudus dan perbuatan baik kita, akan berdoa bagi kita di Surga dengan ketulusan yang luar biasa sehingga Allah tidak dapat menutup telingaNya terhadap doa-doa mereka.

Salah satu dari rahmat-rahmat yang mereka minta bagi sahabat-sahabat mereka adalah agar sahabat-sahabat mereka secepat mungkin terlepas dari Api Pencucian atau setidak-tidaknya diringankan penderitaannya. Selain mereka, tidak ada seorangpun yang tahu betapa beratnya penderitaan di Api Pencucian. Oleh sebab itu selain mereka tidak seorangpun yang dapat berdoa sebaik mereka.

Perlu diingat bahwa :

Apa yang kita perbuat untuk orang lain identik dengan apa yang kita perbuat untuk Tuhan. Bila kita membantu mengurangi penderitaan jiwa-jiwa di Api Pencucian atau bahkan membebaskan mereka dari sana, berarti kita telah mengurangi derita Tuhan atau bahkan membebaskan Tuhan dari penderitaanNya. Oleh sebab itu, mustahil Tuhan tidak mau mendengarkan doa-doa kita yang dipersembahkan bagi jiwa-jiwa di Api Pencucian.

Tuhan kita, Yesus Kristus, dengan jelas menyatakan hukumNya :’Ukuran yang kau pakai terhadap sesamamu akan Kupakai terhadap dirimu’. Jadi kemurahan hati kita terhadap jiwa-jiwa di Api Pencucian akan dibalas dengan kemurahan hati serta pengampunan dari Allah kepada kita. Dengan demikian mereka yang bersusah payah dan dengan sepenuh hati membantu meringankan beban jiwa-jiwa di Api Pencucian, boleh berharap akan diberi keringanan atau bahkan dibebaskan sama sekali dari Api Pencucian. Sebaliknya, mereka yang acuh terhadap jiwa-jiwa di Api Pencucian, mungkin dia harus menjalani penderitaan yang berat dan lama disana kelak.


Saran :

Marilah kita bergabung didalam ‘the Association of the Holy Souls’ (suatu kelompok kerasulan doa untuk jiwa-jiwa di Api Pencucian). Seluruh anggota keluarga perlu bergabung dengan kelompok ini. Syaratnya sangat mudah. Apabila di wilayah anda tidak terdapat kelompok ini, silakan menulis surat ke : Association of the Holy Souls, Dominican Nuns of the Perpetual Rosary, PIUS XII Monastery, Rua Do Rosario 1, 2495, Fatima Portugal.

St.Yakobus (Rasul) memberikan cara lain yang sangat efektif untuk menghindari atau mengurangi masa hukuman di Api Pencucian. Ia berkata :”Dia yang menyelamatkan satu jiwa, menyelamatkan jiwanya sendiri dan menebus banyak dosa-dosanya”.

Jika seseorang menyelamatkan nyawa anak tunggal seorang raja, yang tentunya adalah putera mahkota pewaris tahta, dari kematian yang mengerikan, ganjaran apakah yang dapat diharapkan dari raja tersebut ? Tetapi tidak ada raja yang semurah hati Allah yang selalu ingin membalas jasa orang yang menyelamatkan satu jiwa dari ancaman neraka.

Dengan seribu satu cara, seseorang bisa menyelamatkan bukan hanya satu jiwa tetapi banyak jiwa dari ancaman neraka. Sebagai contoh :
Kita bisa melakukannya dengan cara mendoakan mereka dengan sepenuh hati. Tidak jarang seorang ibu menyelamatkan jiwa anaknya melalui doa-doanya yang penuh semangat. Kita bisa menyelamatkan jiwa-jiwa dengan memberi nasihat yang baik serta memberi contoh yang baik. Bukankah banyak anak yang merasa berhutang budi kepada seorang ayah atau sahabat yang baik atas nasihat-nasihat bijaksana yang mereka terima.

Cara lain yang efektif untuk menyelamatkan jiwa-jiwa adalah dengan mengajarkan iman, khsusnya budi pekerti Katolik. Sikap acuh tak acuh, apatis, dan tidak peduli dikalangan umat Katolik adalah sumber kekacauan dari zaman ini. Sudah menjadi tugas orang Katolik untuk menyebar-luaskan berbagai macam selebaran yang hidup, menarik minat, tajam, jelas dan memberi kesan yang kuat. Jika tidak, semua upaya akan sia-sia. Setiap selebaran harus membawa satu pesan yang langsung menyentuh hati pembacanya, menggugah minatnya, meyakinkannya dan menggerakkannya untuk bertindak.

No comments:

Post a Comment