Wednesday, November 14, 2018

Fr.Paul O’Sullivan O.P. (E.D.M) - MENGHINDARI API PENCUCIAN Bab 13


MENGHINDARI API PENCUCIAN


Oleh : Fr.Paul O’Sullivan O.P. (E.D.M)


B A B   13

Menghindari Api Pencucian : Langkah-langkah.

Didalam setiap doa yang kita daraskan, setiap Misa Kudus yang kita ikuti, setiap Komuni Kudus yang kita terima, setiap perbuatan baik yang kita lakukan, mohonlah kepada Tuhan bagi kematian yang suci dan bahagia, dan mohonlah ahar terhindar dari Api Pencucian. Allah pasti akan mendengarkan doa yang didaraskan dengan penuh keyakinan dan ketekunan.

Selalu berharap untuk melaksanakan kehendak Allah. Inilah yang terbaik bagi kita. Bila kita mencari atau melakukan hal-hal yang bukan kehendak Allah, kita pasti akan menderita. Untuk itu, setiap berdoa Bapa Kami, ucapkanlah dengan sepenuh hati :’Jadilah kehendakMu’.

Terimalah semua penderitaan, kesedihan, rasa sakit dan kekecewaan didalam hidup ini, baik yang besar maupun yang kecil; penyakit, kehilangan materi, kematian orang yang kita cintai, cuaca dingin atau panas, cuaca cerah ataupun hujan, semuanya ini berasal dari Allah. Bertahanlah dalam keadaan tersebut dengan tenang dan sabar demi cinta kita kepada Tuhan dan sebagai silih atas dosa-dosa kita. Tentu saja, kita bisa saja berupaya mengatasi masalah dan rasa sakit itu, tetapi bila kita tak dapat menghindarinya, sebaiknya kita menanggungnya dengan berani. Ketidak-sabaran dan sikap memberontak membuat penderitaan terasa jauh lebih berat.

Kehidupan dan perbuatan Kristus merupakan pelajaran yang harus kita tiru. TindakanNya yang terbesar didalam hidupNya adalah kasihNya. Karena Dia memiliki kasih, maka kita masing-masing memiliki kasih. Kasih yang kita miliki terdapat didalam penderitaan dan kerja keras yang kita lakukan setiap hari. Silih yang dijalani oleh manusia bertujuan untuk mendapatkan roti kehidupan. Oleh sebab itu kita perlu melaksanakan tugas kita, menerima kekecewaan dan kesulitan serta menangggung rasa sakit kita bersama dengan kasih Yesus Kristus. Melalui sedikit penderitaan kita mendapat lebih banyak kebajikan dibanding melalui kesenangan bertahun-tahun.

Ampunilah semua orang yang menyakiti hati atau melukai kita, karena Allah mengampuni kita sebesar pengampunan kita kepada orang lain.

Hindarkanlah dosa-dosa yang mematikan dan dosa-dosa ringan yang disengaja dan hentikan semua kebiasaan buruk. Dengan cara ini relatif lebih mudah bagi Allah untuk mengampuni dosa-dosa akibat kelemahan manusiawi kita. Yang terpenting, hindarilah dosa karena hal itu melawan kasih dan kemurnian kita, baik didalam pikiran, perkataan maupun perbuatan, karena dosa ini (serta pembersihannya) yang menjadi penyebab mengapa begitu banyak jiwa tertahan bertahun-tahun didalam Api Pencucian.

Bila kita takut melakukan sesuatu yang besar, lakukanlah hal-hal kecil dalam jumlah yang banyak. Seperti misalnya, bersikap ramah dan menunjukkan kasih (kata St.Petrus :’Tetapi yang terutama : Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa’, 1 Petrus 4:8), memberi sedekah sesuai dengan kemampuan kita, melatih keteraturan didalam hidup kita, cara kerja yang baik, ketepatan waktu didalam menyelesaikan tugas, jangan menggerutu bila sesuatu tidak sesuai dengan yang kita kehendaki, jangan menghakimi dan mengeluhkan sikap orang lain, jangan pernah menolak untuk memberi bantuan kepada orang lain bila hal itu dimungkinkan.

Kerahkan semua kekuatan demi jiwa-jiwa di Api Pencucian. Berdoalah bagi mereka secara teratur, ajaklah orang lain untuk berbuat hal yang sama, bergabunglah dengan kerasulan doa untuk jiwa-jiwa di Api Pencucian dan ajaklah semua orang yang kita kenal. Jiwa-jiwa di Api Pencucian akan membalas kemurahan hati kita ini dengan berlipat ganda.

Untuk memperoleh kematian yang suci dan bahagia dari Allah, tidak ada cara yang lebih ampuh dari pengakuan dosa mingguan (seminggu sekali), mengikuti Misa Kudus dan menerima Komuni Kudus setiap hari.

Kunjungan harian kepada Sakramen terberkati, yang hanya memakan waktu 3-4 menit, merupakan cara yang mudah untuk mendapatkan rahmat yang sama. Sambil berlutut dihadapan Yesus dengan mata tertuju kepada tabernakel serta dengan rasa percaya bahwa Dia sedang memandang kearah kita, ucapkanlah beberapa kali doa pendek seperti berikut :’Yesusku, aku mohon ampun’, ‘Yesusku, kasihanilah aku orang berdosa’, ‘Yesusku, aku mencintaiMu’, ‘Yesusku, anugerahilah aku kematian yang bahagia’.


No comments:

Post a Comment