Tuesday, November 20, 2018

JADILAH SAKSI KEBENARAN




THE VORTEX - JADILAH SAKSI KEBENARAN

Berjuanglah Demi Gereja


November 1, 2018 


Saya, Michael Voris, hadir kembali kepada Anda dari Roma, dengan membawa pesan sederhana: Jika Anda menyebut diri Anda Katolik, Anda perlu bersaksi atas kebenaran dan terlibat dalam pertempuran ini. Penganiayaan, pengrusakan, yang telah dialami oleh Bunda Gereja Yang Kudus sangatlah mengerikan. Hal ini telah berlangsung selama setengah abad.

Gereja telah begitu dirusak oleh para pemimpinnya sehingga dunia tidak lagi mengakui kekudusannya, keunikannya. Ini semua harus berakhir, dan para pemimpinnya, terlalu banyak dari mereka yang tidak peduli untuk menyelesaikannya.

Banyak dari mereka, yang Anda tahu, sebenarnya ikut terlibat dalam membawa kehancuran ini. Di suatu tempat di belakang garis, dengan berbagai alasan, banyak dari mereka yang benar-benar melepaskan diri dari tugasnya untuk berjuang demi keselamatan jiwa-jiwa.

Beberapa dari mereka adalah orang-orang komunis yang ditanamkan di dalam seminari-seminari, yang kemudian mendapatkan kekuasaan dan pengaruh besar di dalam Gereja dan kemudian mereka mulai mencemarkan orang-orang yang baik, dan membawa masuk orang-orang jahat untuk menjadi imam-imam dalam generasi berikutnya.

Orang-orang lain yang berkuasa dan berpengaruh di dalam Gereja adalah orang-orang Freemason, orang-orang yang memegang ideologi bahwa Gereja Katolik harus dihancurkan dalam hal ajarannya.

Kedua kubu yang sama bejatnya ini memiliki anggota-anggota homoseksual aktif dalam jajaran mereka. Kadang-kadang kaum homoseksual itu terikat dengan alasan ideologis dari kelompok-kelompok di atas, dan kadang-kadang mereka hanya tertarik pada perbuatan seks dan kehidupan yang serba mudah.

Dan kadang-kadang, kaum homoseksual itu memangsa para pemuda, dan dari situlah semua itu menyebar ke publik, dan terungkaplah rencana iblis.

Untuk semua kemunafikan dari para uskup di Amerika Serikat tentang betapa pentingnya agar anak-anak kecil tidak diperkosa oleh para klerus lebih lama lagi -- renungkan tentang mimpi buruk yang dialami oleh mereka.

Sesungguhnya, begitu media mengekspos apa yang telah ditutup-tutupi oleh para uskup selama beberapa dekade, dan $ 4 miliar tuntutan hukum yang membebani para uskup – ya, mereka benar-benar harus meluruskan pinggang mereka dan segera terbang jauh. Dan semua yang tersisa adalah cercaan selama bertahun-tahun melalui puluhan ribu cerita di media sekuler serta kebangkrutan dana di Gereja-gereja mereka.

Gagasan bahwa umat Katolik seharusnya merasa sedikit terhibur dalam hal ini, sangatlah tidak masuk akal, karena kebenarannya adalah: kejahatan itu telah bergeser. Anak-anak di bawah umur yang mereka cabuli telah berkurang, tetapi pencabulan terhadap orang-orang dewasa muda disertai dengan tiadanya tanggapan apapun yang menyertainya serta penyimpangan kaum imamat, terus berlanjut tanpa henti.

Lihatlah, pemerkosaan terhadap para putera altar oleh para imam selalu hanya merupakan salah satu gejala dari masalah yang jauh lebih besar dari apa yang telah terjadi pada para imam dan uskup. Hanya saja hal itu mendapat banyak perhatian dari media dan pengadilan – yang memang sudah sepatutnya – jadi, dalam kasus ini, para uskup harus bertindak segera.

Tapi 16 tahun kemudian, sekali lagi, masih dengan kesesatan yang sama, seperti James Martin misalnya dan semua pendukung klerus homo lainnya, yang untuk sementara waktu mereka tidak menganjurkan untuk memperkosa anak-anak atau menutup-nutupinya lagi, tetapi mereka masih belum puas dalam menyerang dan menyalahkan umat beriman secara spirituil.

Dan sebagai catatan, sama jahatnya, sama merusaknya dan sama menyakitkannya seperti serangan fisik, namun serangan spiritual adalah jauh lebih buruk. Tetapi karena media tidak mau melaporkan para imam dan uskup homoseksual yang "melakukan hubungan seks dengan sesama klerus atau dengan orang awam secara sukarela, maka tidak ada dorongan dari dalam untuk mengubah perilaku jahat ini.

Tidak ada berita utama dan tidak ada tuntutan hukum dan tidak ada kerugian dana yang besar dalam hal seperti ini, sehingga tidak ada masalah besar yang muncul – maka bisnis itu tetap berlangsung seperti biasa. Tetapi disini terjadi kehilangan makna kebenaran dan kebaikan serta keindahan. Pemerkosaan rohani dari orang-orang yang setia oleh orang-orang jahat ini perlu dibuka dan perubahan harus dituntut dari mereka.

Orang mesum dan Freemason serta ahli waris dan simpatisan komunis tidak dapat diterima di dalam seminari-seminari atau diangkat pada posisi yang berpengaruh di Gereja – titik!

Ada rasa lapar yang sangat sedikit di antara para klerus yang lebih senior di dalam Gereja untuk melaksanakan perubahan ini, karena memang mereka adalah menjadi sumber masalahnya. Banyak yang berpikir bahwa tidak ada yang salah dengan pria homoseksual di jajaran mereka, sebab banyak dari mereka adalah homoseksual, sehingga tidaklah mengherankan sikap mereka yang seperti itu.

Tidak diragukan lagi bahwa ada beberapa imam dan uskup homoseksual yang berhasil menjalani kehidupan suci dan mempertahankan ajaran ortodoksi, tetapi mereka masih seperti barang yang rusak dan bobrok, karena mereka tidak akan berani berdiri sebagai laki-laki sejati dan mengalahkan kejahatan di dalam jajaran mereka sendiri.

Dan mereka kalah dalam hal jumlah, hal ini membuat tantangan mereka semakin besar. Mereka barangkali takut jika dikalahkan oleh rekan-rekan klerusnya yang "tahu tentang masa lalu mereka" serta hari-hari mereka di seminari ketika mereka sedikit ‘kurang dijaga.’

Mereka mungkin sedikit segan untuk berdiri dan menyatakan kebenaran, merasakan sentuhan kemunafikan, meskipun mereka sendiri tetap berusaha bersih. Mereka mungkin bersimpati kepada sesama klerus yang tidak suci, dan bersedia memberi mereka nasihat untuk mengatasi keraguan.

Intinya adalah ini: Uskup homoseksual - bahkan yang suci - melihat dunia Gereja melalui lensa homoseksualitas mereka. Dia akan mengakomodasi hal itu, membuat alasan untuk membenarkan hal itu atau meremehkannya. Dia akan jarang atau bahkan tidak bersedia membukanya, di dalam jajarannya sendiri, di antara uskup-uskup sesamanya.

Mereka semua tahu hal itu, tetapi tidak ada yang berkata apa-apa tentang hal itu, jadi Anda memiliki situasi yang konyol milik Cdl. Cupich - dan banyak lainnya – dengan cara menyalahkan segala sesuatu sebagai klerikalisme dan menyangkal semua kejahatan ini jika dikaitkan dengan homoseksualitas, sementara semua orang di Bumi ini tahu lebih baik dari mereka.

Bahkan editor bidang agama dari majalah Newsweek selama hampir 40 tahun, Kenneth Woodward, muncul keluar dan mengatakan secara eksplisit dalam artikel baru-baru ini di majalah Commonweal – bahwa itu adalah masalah homoseksual.

Commonweal adalah majalah yang liberal, dan bahkan mereka mempublikasikan kasus ini. Semua orang tahu hal ini dan berkata tentang hal ini, kecuali para uskup dan media-media yang diakui oleh Vatikan.

Jika Woodward dan Commonweal sudah mengatakan hal ini kepada publik, bukankah itu layak setidaknya, bahwa ada satu bagian yang diinvestigasi oleh media Katolik yang sudah diakui itu?

Tetapi segala sesuatu berubah, meski hanya perlahan. Misalnya, Church Militant yang berdiri di sini, menampar di tengah-tengah Via Della Conciliazione dengan membicarakan kasus ini. Umat ​​Katolik lain yang setia di dunia internet membicarakan hal ini. Mereka melaporkannya.

Bukan karena kita membenci kaum gay dan homofobia - suatu kondisi psikologis yang bahkan tidak pernah ada - tetapi karena kita mencintai Gereja dan semuanya ingin bersaksi atas kebenaran.

Lihatlah foto ini yang saya ambil dengan ponsel saya pada malam itu, ketika berjalan kembali dari makan malam.

Inilah yang begitu banyak dari kita ingin lihat, kemuliaan dan keindahan serta keagungan Gereja. Kami ingin semua itu dipulihkan. Kami ingin semua itu dibawa ke permukaan lagi. Kami ingin semua ini menjadi apa yang dilihat orang ketika mereka melihat Bunda Gereja kita.

Kami ingin mereka melihat kebenaran - bahwa Gereja didirikan oleh Putera Allah untuk menuntun jiwa-jiwa menuju kehidupan kekal dalam Tritunggal Mahakudus - untuk hidup selamanya bersama keluarga kita yang berbagi iman yang sama ini bersama kami di sini di Gereja Militan di Bumi.

Inilah yang kita perjuangkan. Karena inilah kita difitnah dan dipermainkan. Dan kami tidak peduli. Kehidupan kekal membuat semua itu tidak berarti.

Tidak satu pun dari kita - dan ada banyak orang baik yang bertempur di media Katolik, media yang setia - tidak satu pun dari kita berada di sini untuk mencari uang atau sakit kepala atau apa pun lainnya kecuali keselamatan jiwa melalui Gereja Katolik yang Kudus.

Apa yang Anda perjuangkan? Apakah Anda memperjuangkan kebenaran - kebenaran Katolik? Apakah Anda meletakkannya di garis depan, melawan segala penyimpangan terhadap kebenaran yang telah dibawa oleh kaum bidaah homo dan Freemason serta para pemimpin yang loyo?

Semua ini, setiap bagiannya, harus ditentang, kebusukan ini, kekotoran ini, kejahatan ini - semuanya - karena semua itu mengaburkan kemuliaan Gereja, sebagai Mempelai Kristus.

Tuhan kita pasti akan menyelamatkan Gereja-Nya. Pertanyaan untuk masing-masing dari kita adalah: akankah saya dapat berdiri di hadapan-Nya pada jam yang telah ditentukan bagi saya, dan berkata: saya mengijinkan Engkau menggunakan diri saya untuk membantu perjuangan ini?

Berjuanglah untuk Gereja - dengan semua yang Anda miliki. Berjuanglah untuknya. Jadilah saksi kebenaran.

No comments:

Post a Comment