Thursday, November 22, 2018

SEBUAH SEJARAH LAHIRNYA TATA DUNIA BARU 31 - 35


31) March 1942 – Federal Council of Churches (Dewan Gereja-gereja Federal) 



Sebuah artikel di majalah “TIME” mengisahkan Dewan Gereja-gereja Federal (Federal Council of Churches) [yang kemudian menjadi Dewan Gereja-gereja Nasional (National Council of Churches), yang merupakan bagian dari Dewan Gereja-Gereja Dunia] yang menekankan upayanya untuk membentuk otoritas global. Pertemuan para pejabat puncak dewan telah menghasilkan kesepakatan untuk mendukung:

1) sebuah pemerintahan dunia yang berupa kekuasaan yang didelegasikan;
2) pembatasan langsung dan ketat terhadap kedaulatan nasional;
3) kontrol internasional atas semua tentara dan angkatan laut. Perwakilan (375 orang) dan 30 pemeluk agama menegaskan bahwa "sebuah tatanan baru dari kehidupan ekonomi adalah sudah dekat dan perlu" - sebuah tatanan baru yang pasti akan datang, baik itu "melalui kerja sama sukarela dalam kerangka demokrasi atau melalui revolusi eksplosif.”


32) June 28, 1945 – President Harry Truman


Presiden AS Harry Truman mendukung pemerintahan dunia dalam sebuah pidatonya: "Ini akan semakin memudahkan bagi negara-negara untuk bergaul dalam republik dunia, seperti halnya bagi kita untuk bergaul dalam republik Amerika Serikat." 



33) October 24, 1945 – United Nations Charter


The United Nations Charter (Piagam PBB) telah menjadi efektif. Juga pada tanggal 24 Oktober, Senator Glen Taylor (D-Idaho) memperkenalkan Resolusi Senat 183, yang menyerukan kepada Senat AS untuk dicatat sebagai mendukung penciptaan sebuah republik dunia, termasuk dibentuknya sebuah pasukan polisi internasional.



34) Feb. 7, 1950 – James Warburg


Pemodal internasional dan anggota CFR, James Warburg, mengatakan kepada Subkomite Hubungan Luar Negeri Senat: "Kami akan memiliki pemerintahan dunia, terlepas dari apakah Anda menyukainya atau tidak - dengan penaklukan atau persetujuan."



35) Feb. 9, 1950 – Resolution #66

The Senate Foreign Relations Subcommittee memperkenalkan Resolusi Senat Serentak # 66 yang dimulai dengan kalimat: “Bahwa, untuk mencapai perdamaian dan keadilan universal, maka Piagam PBB saat ini harus dirubah untuk memberikan konstitusi pemerintahan dunia yang sebenarnya.”

No comments:

Post a Comment