Friday, November 30, 2018

KEPERCAYAANKU KEPADA KEPEMIMPINAN GEREJA SUDAH HANCUR



NEWS: US NEWS

by Anita Carey  •  ChurchMilitant.com  •  November 20, 2018    

James Zeigler, seorang korban pencabulan oleh pastor Edward Ganster, berkata:

KEPERCAYAANKU KEPADA KEPEMIMPINAN GEREJA SUDAH HANCUR


ALLENTOWN, Pa. (ChurchMilitant.com) - Seorang korban dari seorang imam predator mengaku bahwa tidak adanya tindakan tegas dari para uskup, telah semakin menyiksanya lebih jauh lagi.

Setelah laporan grand jury Pennsylvania yang menyebut Edward Ganster sebagai imam pelaku pencabulan, lebih banyak lagi orang yang menyatakan bahwa diri mereka juga telah dicabuli di tangan imam itu. James Zeigler adalah salah satu korbannya. Dia menghubungi Church Militant, bukan untuk menceritakan kisah pelecehan yang dialaminya, tetapi untuk mencela bagaimana tidak adanya tindakan tegas dari pihak Gereja telah sangat menyakitkan bagi para korban.

"Sungguh sangat mengejutkan bagi saya, bahwa sekarang, bahkan sampai hari ini, panjangnya daftar keuskupan, Vatikan, dan para uskup, yang terus berusaha menjaga kerahasiaan mereka, kebohongan mereka, tipu daya mereka," katanya. "Rasanya hampir seperti saya dilecehkan kembali."

Pada malam sebelum para uskup berkumpul untuk mengadapat rapat umum mereka di Baltimore, Maryland, Paus Francis mengarahkan Presiden dari Konferensi Uskup Katolik AS (USCCB), Cdl. Daniel DiNardo, agar mereka tidak memilih reformasi kebijakan Gereja tentang penanganan terhadap tuduhan pelecehan seksual.

Pada hari terakhir dari pertemuan mereka, para uskup melakukan pemungutan suara yang akan meminta Vatikan untuk membuka semua dokumen yang mereka miliki mengenai ex-Cdl. Theodore McCarrick, si predator sexual. Namun usulan itu dikalahkan dengan suara 137 - 83 dengan tiga suara abstain. Sementara umat beriman tidak tahu uskup mana saja yang memilih untuk melanjutkan sikap diam mereka, tetapi jumlah mereka meningkat hingga 90 orang uskup yang secara terbuka menyerukan pembukaan dokumen-dokumen itu.

Zeigler mencatat bahwa keuskupan Allentown tidak mengeluarkan pernyataan publik tentang penolakan Paus atas resolusi mereka: "Saya merasa sangat menyebalkan, keuskupan saya adalah salah satu dari tiga besar yang disebut oleh grand jury."

Keuskupan Allentown menjawab bahwa uskup Alfred Schlert memang merilis sebuah pernyataan pada akhir dari pertemuan itu. Di dalamnya, dia setuju dengan usulan dari para uskup untuk menetapkan langkah-langkah untuk mengawasi para uskup dan mengatasi tuduhan kesalahan yang dilakukan oleh mereka.

"Saya sangat mendukung tindakan ini, dan saya yakin bahwa tindakan akuntabilitas yang efektif kepada para Uskup Amerika akan mengalir dari tugas kami dalam beberapa hari terakhir di Baltimore," kata uskup Schlert.

Seperti banyak korban lainnya, Zeigler mengatakan bahwa keluarganya adalah umat Katolik yang saleh dan dia aktif di Gereja sebagai pelayan altar. Setelah pastor kesayangan mereka pensiun, pastor Ganster ditugaskan ke paroki itu.

"Dia merubah lantai dua pastoran menjadi sebuah arena Walt Disney World untuk anak-anak," katanya. "Disitu ada kamar-kamar dengan berbagai macam permainan, tokoh-tokoh Walt Disney, kereta api, dan lain-lainnya. Nah pencabulan itu terjadi disitu."

Seperti kesaksian banyak korban lain dari pastor Ganster, dia juga mencabuli mereka di rumahnya di Jersey Shore, di mana dia mengajak mereka pergi semalaman, atau dilakukan di  pastoran.

Zeigler mengaku dirinya dicabuli dan disiksa selama sekitar satu tahun dan mengatakan bahwa pastor Ganster "sangat menyakiti tubuhnya." Pencabulan itu hanya berhenti ketika Ganster melukai dirinya sendiri.

"Keuskupan telah memindahkannya, dan itu yang terakhir saya dengar tentang Ed Ganster untuk beberapa lama," katanya.

Setelah 11 kali berpindah tempat tugas dan tiga kali mengalami sakit, pada tahun 1990 Ganster memutuskan untuk meninggalkan imamatnya dan menikahi seorang mantan biarawati yang dia kenal ketika mereka berdua di St. John Vianney Center, fasilitas perawatan keuskupan, di Downingtown, Pennsylvania. Ganster menulis kepada keuskupan Allentown yang menyampaikan keinginannya untuk memperoleh penilaian yang baik dari keuskupan, agar dia dapat bekerja di Walt Disney World di Orlando, Florida.


Mary and Ed Ganster (courtesy of the family)


Laporan grand jury mencatat bahwa keuskupan memberikan referensi dan penilaian yang bagus kepada Ganster dan mencatat bahwa dia dipekerjakan oleh Walt Disney World. Ganster bekerja di sana sebagai operator kereta api selama 15 tahun hingga kematiannya pada tahun 2014 akibat serangan jantung.

Jandanya, Mary Ganster, menyampaikan kepada Orlando Sentinel sebuah cerita yang berbeda tentang sejarah suaminya: "Dia mengalami gangguan kepribadian, yang memaksanya untuk mencari laicisasi dari paus." ( laicization: penghapusan hak-hak klerus untuk melaksanakan fungsi-fungsi pelayan tertahbis.)

Diasuh dalam keluarga Katolik yang ketat dan taat, Zeigler tidak pernah berbicara tentang pelecehan sexual yang dialaminya. Gereja adalah sangat berarti bagi keluarga mereka, dan pastor paroki adalah tokoh sentral bagi keluarga mereka. "Sulit untuk mengatakan kepada seseorang, dan saya memiliki ide-ide seperti itu, seperti setiap korban lainnya, bahwa omongan mereka tidak akan dipercayai," katanya.

Dia mengaku "ini benar-benar mengacaukan " dan dia menjadi peminum berat ketika dia berusia antara 14 dan 15 tahun.

Ketika dia berusia sekitar 22 tahun, Zeigler menghubungi keuskupan. Dia mengatakan bahwa saat itu tidak ada orang yang mendukung korban pelecehan. Mereka memberikan konseling profesional kapan pun dia memintanya, dan Zeigler mengatakan dia berbicara dengan banyak monsignor dan pastor yang selalu berusaha mendamaikan dirinya dengan Gereja, sama sekali tak menyinggung soal pelecehan sex yang dialaminya.

Kami sudah menunggu selama 50 tahun. Ini bukan apa-apa selain alasan belaka - untuk melindungi apa? Tweet

Zeigler mengatakan bahwa imannya kepada Yesus Kristus tidak terguncang oleh hal ini. "Tetapi keyakinan saya kepada kepemimpinan Gereja sudah hancur," katanya.

"Saya telah berusaha dengan cara saya sendiri," dia menjelaskan. "Pergi ke Misa dan melaksanakan fungsi resmi Gereja yang resmi selalu sangat sulit dilakukan." Zeigler bersikeras bahwa ini bukan upaya untuk mendapatkan uang dari Gereja.

"Saya tidak pernah berpikir untuk menghalangi sesama umat Katolik yang mengejar keuskupan atau Gereja untuk mendapatkan santunan atas pelecehan yang dilakukan," katanya. "Uang tidak akan mengubah perasaan yang saya alami selama 40 tahun terakhir. Itu tidak akan menyelesaikan apa yang terjadi."

"Karena uang santunan ini akan menguras semua uang paroki kita dan menggunakannya untuk bersembunyi dan memberi tempat bagi mereka untuk terus melanjutkan tindakan pelecehan mereka," katanya. Dia telah "kehilangan pengertian" tentang mengapa keuskupan mau mengirim pelaku pencabulan itu ke "lingkungan yang sangat kaya dengan sasaran pelecehan, seperti Walt Disney World itu."

Matt Kerr, direktur komunikasi keuskupan Allentown, mengatakan, "Mengenai rekomendasi bagi pastor Ganster 1990: Itu seharusnya tidak pernah terjadi dan tidak akan terjadi hari ini."

Zeigler berkata bahwa dengan pengeluaran uang yang begitu besar, tidak mungkin paus Francis tidak menyadari adanya masalah di dalam Gereja.

"Kemudian dari Vatikan," katanya "Datanglah perintah Paus untuk menghentikan uskup-uskup AS mengeluarkan resolusi, berapa banyak lagi kekecewaan umat?"

"Kami sudah menunggu selama 50 tahun. Ini bukanlah apa-apa kecuali mengulur-ulur waktu - untuk melindungi apa?" dia bertanya.

Zeigler mengatakan alasan lainnya untuk berbicara, yaitu bahwa dia berterima kasih kepada Church Militant dan yang lain-lainnya karena "telah mengangkat masalah ini dan berjuang untuk kita."

"Kami ini orang kecil dan jumlah kami begitu besar sehingga kami tak kelihatan," katanya. "Ini memberi saya semacam perasaan yang baik demi mengetahui bahwa ada seseorang di luar sana yang mencoba memaksakan jawaban."


Laporan ini diperbarui setelah Keuskupan Allentown menanggapi pertanyaan kami.

No comments:

Post a Comment