Thursday, October 17, 2019

PAUS FRANCIS MEMAJANG PATUNG DEWA ULAR BERSAYAP di Vatikan



PAUS FRANCIS MEMAJANG PATUNG DEWA ULAR BERSAYAP (Maya Kukulkan) DI VATIKAN, SEBAGAI BAGIAN DARI PROGRAM PERTUKARAN DEWA




Dalam upaya untuk memperkuat hubungan dan mendorong dialog antaragama, Paus Francis dilaporkan menyambut dewa ular bersayap Maya Kukulkan dan menempatkannya di Vatikan minggu ini sebagai bagian dari program pertukaran dewa selama sebulan, demikian tulis laman berita TheOnion.com menulis pada 9 September, 2016.

“Kami sangat senang memiliki Ular Perang yang tinggal di sini, bersama kami, selama empat minggu ke depan, selama waktu itu ia akan dihadapkan kepada ritual dan kebiasaan Gereja Katolik, sehingga ketika ia kembali ke rumahnya ia dapat berbagi pengalaman dengan rekan-rekannya, penganut Chichen Itza dan komunitas Yucutan di sekitarnya,” demikian kata juru bicara Vatikan, Greg Burke.

Dia mencatat bahwa Paus telah membawa Kukulkan keluar untuk makan pizza pada malam pertama pertukaran antaragama sebelum menunjukkan kepadanya sekitar beberapa landmark paling terkenal di Roma.

“Setelah Kukulkan menetap di Vatikan, Paus berencana untuk membiarkannya menjawab beberapa doa dasar sendiri, serta mencoba melakukan satu atau dua transubstansiasi. Dan mungkin menjelang akhir masa tinggalnya disini, jika ia merasa sanggup melakukannya, Kukulkan dapat memperlakukan kita semua dengan pengorbanan manusia yang otentik."

Sumber-sumber Vatikan mengkonfirmasi bahwa sebagai bagian dari pertukaran antaragama, Tuhan Yang Mahakuasa, Bapa Surgawi kita, akan menghabiskan bulan berikutnya bersama dewa guntur Tao Lei Gong di kerajaan awan di atas Tibet.

1 comment:

  1. Artikel aslinya mengatakan bahwa tulisan ini adalah satir belaka. Tapi di terjemahan bahasa Indonesia ini, tidak ada yg satu kata pun yang mengatakan itu tulisan satir. Sayangnya, Grup doa Ibu saya menyebar info dari blog bahasa Indonesia ini dan mempercayai info yang tersebar dan meyakini bahwa citra Paus Fransiskus cukup buruk. Kebencian bisa tersebar di komunitas-komunitas doa.

    ReplyDelete